Banom NU Gruduk Kejaksaan! Usai Audensi, Ucapkan Selamat HUT Adhyaksa

367
ADHYAKSA : Foto bersama keluarga besar Kejari dan Banom NU usai pertemuan (Nanang Priyo/duta.co)

Kediri, Usai menggelar aksi di Halaman Mapolres Kediri, ratusan massa dari Badan Otonom Nahdlatul Ulama Kabupaten Kediri, kemudian mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri. Usai beraudensi, perwakilan massa kemudian mengucapkan HUT Adhyaksa ke-59 disampaikan Imam Mohklas .SH, Ketua LPBH NU Kabupaten Kediri

Kedatangan massa ini, sebagai bentuk sikap dukungan atas kasus pembunuhan dialami anggota Muslimat NU Kabupaten Kediri, Binti Nafiah (39) ibu rumah tangga, warga Jalan Angsa Desa Canggu Kecamatan Badas. Mereka meminta pihak Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton untuk melakukan rekonstruksi ulang.

Karena tidak mendapat respon positif dari Kapolres maupun yang mewakili, massa kemudian melanjutkan aksi ke Kejaksaan. Awalnya, hanya beberapa perwakilan yang akan ditemui, menginggat agenda Salat Jumat karena waktu menunjukkan pukul 11.30wib pada Jumat (19/07/2019).

Kepala Kejari Kabupaten Kediri, Subroto .SH .MH kemudian meminta stafnya memanggil sejumlah perwakilan untuk bertemu dengannya. “Tidak usah ada orasi atau demo ya, ayo kita duduk bareng. Saya juga warga NU, mari kita selesaikan dengan musyawarah untuk mufakat,” ungkapnya.

Ucapan HUT ADHYAKSA ke-59

Namun ada spesial ternyata, selepas salat dilanjutkan pertemuan, Subroto mendapat ucapan selamat HUT Adhyaksa. Dia pun kemudian menyambut gembira dengan mengajak seluruh elemen massa yang datang dan staf Kejari untuk foto bersama.

“Ayo foto bersama, sebelum saya meninggalkan tugas di Kediri. Saya akan menempati jabatan baru sebagai Aspidum Bali,” ucap Subroto sekaligus mohon pamit dan doa restunya.

Lalu apa yang disampaikan saat pertemuan, Tim LPBH NU menyatakan kekecewaannya atas penyidikan yang dilakukan Polsek Pare, karena dianggap janggal. “Saya tidak tahu kapan digelar Olah TKP dan rekonstruksi. Kemudian kami meminta dilakukan rekonstruksi ulang. Permintaan tersebut kami sampaikan tertulis melalui surat awalnya,” jelas Taufik Dwi Kusuma, anggota tim LPBH NU.

Kejaksaan Baru Terima Berkas Pembunuhan

Karena tidak mendapatkan respon, dianggap jajaran Polres Kediri tidak bekerja profesional dan mampu melayani sepenuh hati, akhirnya sepakat digelar aksi, diikuti perwakilan dari Muslimat, Banser, Ansor dan LPBH NU. Usai pertemuan, Subroto justru mengaku baru menerima berkas kasus pembunuhan dan belum sempat dibaca.

“Kemungkinan dilakukan rekontruksi ulang jelas terbuka, tidak ada yang perlu ditutupi. Berkas baru kami terima dan akami teliti, selanjutnya kami serahkan sepenuhnya kepada para jaksa senior. Bila ada yang kurang, saya minta untuk dikembalikan kepada penyidik,” tegas Subroto. (and/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry