Bank Mandiri terus genjot digital banking bagi para nasabahnya. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co — PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) memiliki strategi dan rencana besar untuk meluncurkan layanan digital retail bank yang sepenuhnya dapat melayani seluruh kebutuhan nasabah retail.

Itu dilakukan tanpa harus melakukan konversi menjadi bank digital (neobank) seperti yang ditempuh beberapa bank nasional lainnya.

Bank Mandiri meyakini modal besarnya yang tidak dimiliki perbankan lainnya adalah ekosistem perbankan yang sudah mapan dan dipercaya berbagai pihak.

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, dalam paparan publik belum lama ini menyatakan perseroan akan lebih fokus memacu inovasi digital untuk meningkatkan akses nasabah kepada layanan dan produk perbankan.

Dalam waktu dekat, Livin by Mandiri akan terus ditingkatkan dan disempurnakan fitur-fiturnya untuk menjadi sebuah super app yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan transaksi finansial nasabah ritel terutama dari Mandiri Group. Langkah ini diharapkan akan mendorong Bank Mandiri menjadi beyond digital banking.

Rencana besar Bank Mandiri menjadi beyond digital banking tersebut salah satunya diwujudkan dengan menghadirkan melalui aplikasi super (super app) Livin by Mandiri yang terus dilengkapi dan disempurnakan dari waktu ke waktu.

Melalui super app ini, nasabah memiliki banyak opsi untuk melakukan semua transaksi secara digital melalui satu aplikasi. Super app Bank Mandiri ini rencananya akan diluncurkan dalam beberapa bulan ke depan.

“Tahun ini, kita sudah memperkenalkan digital platform untuk retail banking kami dengan brand Livin by Mandiri, dan kita akan terus mengembangkan produk-produk dan layanan yang terintegrasi digital via Livin,” ujar Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Manajemen Risiko PT Bank Mandiri Tbk dalam rilisnya, Kamis (2/9/2021).

Menurutnya, melalui pengembangan produk dan layanan yang terintegrasi di dalam super app ini, nantinya Livin by Mandiri akan menjadi satu layanan digital bank yang terintegrasi, di mana nasabah-nasabah Bank Mandiri dapat mengakses semua produk jasa keuangan retail banking, terutama yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan Mandiri Group.

Saat ini, Bank Mandiri juga telah mengembangkan layanan dan produk perbankan terbaik melalui Mandiri Digital untuk memenuhi berbagai kebutuhan nasabah retail dan korporasi. Untuk nasabah retail meliputi layanan buka rekening online, aplikasi Livin by Mandiri, kartu prabayar Mandiri e-Money, serta layanan informasi berbasis kecerdasan buatan Mandiri Intelligent Assistant (MITA).

Sedangkan untuk nasabah korporasi, meliputi Mandiri Cash Management (MCM), Mandiri Internet Bisnis (MIB), Mandiri Global Trade, Mandiri Financial Supply Chain Management (FSCM) dan Mandiri Application Programming Interface (API).

“Dalam group kami, misalnya ada perusahaan asuransi, ada Mandiri Sekuritas untuk yang ingin jual-beli saham, kemudian yang ingin membeli Reksadana melalui Mandiri Manajemen Investasi, dan lain-lain. Semua layanan itu ke depannya akan diintegrasikan melalui super app Livin by Mandiri, termasuk juga nanti mengenai private banking, credit card business, dan yang lain, sehingga di super app kami dapat melakukan belanja, pembayaran, investasi, dan yang lain,” tambah Ahmad Siddik.

Secara terpisah, SVP Transaction Banking and Retail Sales Bank Mandiri, Thomas Wahyudi mengatakan pihaknya menyambut baik inisiatif baru Bank Indonesia dalam melakukan pilot project QRIS lintas negara dengan penerapan SNAP (Standarisasi Open Application Programming Interfaces) karena berpotensi meningkatkan transaksi digital melalui aplikasi Livin di bidang ekonomi dan pariwisata. Dengan SNAP, wisatawan Indonesia di luar negeri atau wisatawan mancanegara di Indonesia akan semakin mudah menggunakan uang elektronik yang diterbitkan di negara yang dikunjunginya.

“Nantinya, wisatawan Indonesia akan semakin mudah melakukan transaksi QR melalui aplikasi Livin di negara-negara yang sudah bekerja sama. Sebaliknya wisatawan mancanegara juga dimudahkan melakukan pembayaran melalui scan QRIS di merchant-merchant Bank Mandiri yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Dampak positif digitalisasi yang all-out dari Bank Mandiri ini terbukti ampuh mendorong perseroan menjadi lebih agile dalam mengatasi dampak negatif pandemi Covid-19 sejak awal Maret tahun 2020 lalu. Hal ini tercermin dari kemampuan perseroan dalam meraih performa positif pada paruh pertama tahun 2021 ini.

Pertumbuhan transaksi digital Bank Mandiri turut menjadi penopang kenaikan perolehan margin bisnis ke depan. Berdasarkan data kinerja semester I-2021, penggunaan aplikasi Livin by Mandiri meningkat pesat mencapai 7,8 juta nasabah dengan nilai transaksi finansial sebesar Rp 728,9 triliun. Ini berarti terjadi pertumbuhan 59% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Untuk meningkatkan layanan keuangan digital, khususnya kepada nasabah korporasi, Bank Mandiri sebentar lagi akan meluncurkan platform digital yang mengintegrasikan seluruh solusi untuk ekosistem bisnis nasabah korporasi ke dalam sebuah Wholesale Digital Super Platform. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry