Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul berbincang dengan salah satu rekan media yang memamerkan produknya di auditorium STIE Perbanas Surabaya, Kamis (4/5). DUTA/wiwiek

 

Gus Ipul Apresiasi Wartawan yang Berani Berwirausaha

SURABAYA | duta.co – Sebagai bank milik masyarakat Jawa Timur, Bank Jatim mencoba untuk menjaring semua kalangan agar bisa leluasa mengakses kredit dan fasilitas perbankan. Akses kredit itu pula diberikan kepada para pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM). Namun ternyata, banyak pelaku UMKM ini yang merasa kesulitan untuk mengakses kredit ke perbankan.

Analis Kredit Bank Jatim Diaz Maranatha Pribadi memaparkan tata cara mengakses kredit bagi UMKM. Untuk pelaku UMKM bisa memanfaatkan kredit Si UMI, yakni kredit modal kerja untuk skala mikro, kecil dengan batasan maksimal Rp 500 juta. Pegawai dengan penerimaan gaji melalui Bank Jatim serta pelaku usaha juga bisa mengakses kredit. Termasuk pelaku industri kecil, petani dan pengusaha jasa.

“Ingin pengajuan kreditnya di-acc bank, pelaku UMKM ada baiknya berhubungan dengan Dinas Koperasi yang juga membantu pemasaran produk. Bank sebelum menyetujui pengajuan kredit juga akan koordinasi atau minta rekomendasi Dinas Koperasi,” kata Diaz saat menjadi pembicara dalam pelatihan Manajemen Keuangan dan Marketing bagi Jurnalist Entrepreneur Community (JEC) di STIE Perbanas Surabaya, Kamis (4/5).

Dikatakan Diaz, untuk bisa mengakses kredit itu, perbankan memang sangat hati-hati. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kredit macet yang bisa merugikan bank di kemudian hari. “Bank sangat menjaga kepercayaan,” tandasnya.

Kepercayaan itu pula yang disampaikan Wakil Gubernur Saifullah Yusuf saat hadir di acara yang sama. “Menjaga kepercayaan itu yang utama. Lihat saja, banyak pelaku usaha yang susah mendapatkan kredit karena apa, karena perbankan masih belum mempercayainya. Coba kalau sudah dipercaya, tidak butuh dana terus menerus ditawari. Itulah kepercayaan,” tandasnya.

Pelatihan yang diikuti sekitar 30 wartawan yang memiliki usaha sampingan di Surabaya ini juga diapresiasi oleh orang nomor dua di provinsi ini. Bahkan, Gus Ipul ingin ada kelanjutan. Harapannya, awak media mampu lebih menggerakan masyarakat, menumbuhkan pelaku UMKM baru untuk perekonomian Indonesia umumnya dan Jatim khususnya.

“Banyak orang ingin punya atau sudah punya usaha (UMKM), namun belum tahu tata kelola keuangannya. Yang punya usaha perlu ikut pelatihan, bisa mendapatkan referensi,” kata Gus Ipul.

Menurut dia, dari penduduk Indonesia sebesar 250 juta jiwa, yang berwirausaha masih kurang dai satu persen. Berbeda dengan Singapura yang memiliki tiga persen warga berwirausaha dari keseluruhan penduduknya

Karena itu, Gus Ipul salut dan mengapresiasi keberadaan awak media yang menekuni wirausaha pada sisa waktunya bekerja. “Tidak Cuma mencari kerja, namun juga menciptakan lapangan kerja,” papar pejabat asal Pasuruan ini.

Mantan menteri Pembangunan Desa Tertinggal (PDT) ini juga minta para jurnalis sekaligus pebinsis untuk aktif mengajak masyarakat berwirausaha. Tumbuhnya jumlah wirausahawan bakal mengerek lebih tinggi perekonomian di Jatim dan Indonesia.

Sementara itu, salah seorang dosen STIE Perbanas Soni Harsono yang menjadi pembicara pertama untuk materi Pemasaran mengatakan, lancar dan tidaknya pemasaran produk tergantung nilai produk itu sendiri. Selain itu, pelaku usaha harus bisa menjalin hubungan kuat dengan pelanggan.

“Jadi berbeda antara penjualan dan pemasaran. Kalau penjualan itu jual putus, setelah jual selesai. Kalau pemasaran atau marketing adalah menjual disertai menanamkan nilai produk dan kepercayaan pada pelanggan agar membeli kembali. Bisa menciptakan nilai dari pemasaran berarti menciptakan permintaan selanjutnya,” pungkas Soni.

Banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) belum paham, apalagi menerapkan manajemen keuangan dan marketing.Usaha yang dijalankan asal berjalan dan dapat untung. Dampaknya, usaha sulit berkembang, bahkan terancam mandek lantaran uang usaha juga dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari.

Ketua STIE Perbanas Lutfi menandaskan, UMKM bisa menjadi salah satu solusi atas tingginya angka pengangguran. Termasuk pengangguran dari kalangan lulusan S-1. UMKM yang tumbuh pesat dan sehat membawa implikasi positif, meningkatnya perekonomian nasional.

“STIE Perbanas siap membantu memberikan pelatihan kewirausahaan. STIE perbanas memiliki jurusan Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi Syariah. Sebagai satu-satunya STIE yang mendapatkan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) A, STIE Perbanas dipercaya Kemenristekdikti untuk membina dua kampus, satu di Pamekasan, dan satu lagi di Kota Baubau,” sebut Lutfi. (end)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.