Foto bersama usai penandatanganan kerjasama antara OPOP Training Center Unusa dengan Bank Jatim Syariah. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – OPOP Training Center (OTC) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menjalin kerjasama dengan Bank Jatim Syariah.

Kerjasama ini pengembangan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren)One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur.

Kerjasama ini dikatakan Wakil Rektor II Unusa, Muhammad Faqih diharapkan bisa meningkatkan dan mengembangkan perekonomian pondok pesantren. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi pondok pesantren untuk mendapatkan akses permodalan dari perbankan.

“Selain itu, Unusa bisa memberikan pelatihan kepada pondok pesantren. Dengan begitu Unusa dapat membantu pondok pesantren dalam pengembangan usahanya,” terang Faqih.

Sementara itu, Direktur OPOP Training Center Unusa, Mohammad Ghofirin  mengatakan dengan kerjasama ini nantinya akan dikeluarkan kartu santri digital bagi pondok pesantren yang ada di Jawa Timur.

“Melalui kartu ini, santri dapat melakukan pembayaran dalam bentuk uang digital, sehingga tidak menggunakan uang tunai saat melakukan transaksi pembelian,” ucapnya.

Selain itu, pondok pesantren yang masuk dalam anggota OPOP Jatim akan mendapatkan aplikasi dari Bank Jatim kerja sama dengan OPOP Training Center Unusa.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

“Aplikasi ini untuk membantu koperasi pondok pesantren dalam pembukuan, terobosan ini sangat dibutuhkan koperasi, sehingga bisa mendeteksi sehat atau tidaknya sebuah koperasi,” terang Ghofirin.

Melalui apikasi ini, OPOP Jatim bersama dengan Bank Jatim Syariah akan mendigitalisasi pengelolaan usaha di pondok pesantren. “Sehingga pengelolaan koperasi pondok pesantren bisa akurat, cepat dan tepat dalam pengelolaannya,” terang Ghofirin.

Direktur Konsumer Ritel dan Usaha Syariah Bank Jatim, Ferdian Timur Satyagraha  mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan OPOP Training Center Unusa untuk memberikan sosialisasi kepada 200 Kopontren yang menjadi anggota OPOP Jatim.

“Dalam sosialisasi tersebut, kami mendorong seluruh Kopontren untuk menggunakan metode pembayaran non tunai dengan jatimcode QRIS Bank Jatim, sehingga lebih mudah dalam mengelola transaksi keuangan harian,” ungkapnya.

Dikatakan Ferdian, pihaknya berkomitmen hadir dan bersinergi untuk membantu Kopontren dalam penguatan permodalan melalui skema Pembiayaan kepada Koperasi (PKOP) maupun Pembiayaan Koperasi Kepada Anggota (PKPA). ril/hms/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry