PAPARAN KINERJA : Direksi Bank Jatim berfoto Bersama usai memaparkan kinerja di kuartal kedua 2020 yang menunjukkan hasil positif. DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) rencananya akan mendapatkan dana Rp 2 triliun dari pemerintah.

Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) No70/2020 tentang  Penempatan Uang Negara pada Bank Umum dalam rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Direktur Utama Bank Jatim, Basrul Amin mengatakan Kemenkeu sudah menempatkan dana itu ke beberapa bank milik pemerintah.

“Dan kami dengar BPD (Bank Pembangunan Daerah) juga akan mendapatkan. Termasuk Bank Jatim sebesar Rp 2 triliun,” ujarnya dalam paparan kinerja kuartal kedua 2020 secara virtual, Rabu (29/7/2020).

Penempatan uang negara (PUN) ini memang menjadi sebuah stimulus untuk mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Dan saat ini Bank Jatim mulai menyusun strategi jika dana tersebut benar-benar dicairkan.

“Kita akan salurkan untuk kredit ke berbagai sektor. Ada dua skema yang kami akan terapkan yakni direct loan dan two steps loan,” ungkapnya.

Untuk two steps loan ini kata Basrul, Bank Jatim akan bekerjasama dengan klaster-klaster ekonomi seperti koperasi, pertanian, perikanan dan sebagainya.

Ini dilakukan untuk memperluas portofolio Bank Jatim dengan sistem link. “Ini akan memberikan dampak positif untuk peningkatan outstanding dan laba,” tandasnya.

Selain itu, Bank Jatim selama ini menyalurkan kredit hampir 68 persen untuk sektor konsumtif. Tapi ke depan, sektor produktif akan lebih ditingkatkan porsinya, sehingga akan lebih membantu para pelaku usaha untuk bisa berkembang.

Diakui Basrul ada beberapa sektor produktif yang potensial di Jawa Timur ini. Yakni pengolahan, pertanian secara umum, perdagangan  dan banyak lainnya. “Memang ada yang terdampak pandemi, tapi tidak sedikit yang justru bangkit saat kondisi seperti ini,” tukasnya.

Direktur Keuangan, Ferdian Timut Satyagraha menambahkan dana PUN ke Bank Jatim ini akan berdampak positif dan bisa meningkatkan kinerja Bank Jatim ke depannya. “Akan sangat membantu menambah performa kinerja Bank Jatim,” tukasnya.

Bank Jatim di masa pandemi ini dalam paparan kinerja keuangan mampu tumbuh dengan sangat baik di kuartal kedua 2020.

Untuk aset saat ini sebesar Rp 75,24 triliun atau mengalami pertumbuhan 9,12 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).

Dana pihak ketiga sebesar Rp64,01 triliun atau naik 10,49 persen yoy. Sedangkan untuk kredirbsebesar Rp 39,18 triliun, naik 12,69 persen yoy.

Kredit di sektor korporasi menjadi penyumbang tertinggi yaitu sebesar Rp. 9,38 triliun atau tumbuh 17,96 persen (YoY) diikuti dengan pertumbuhan kredit UMKM yang cukup signifikan yaitu sebesar 6,33 triliun atau tumbuh 16,12 persen

Komposisi rasio keuangan bankjatim periode Juni 2020 antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 19,41 persen, Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,79 persen, dan Return On Asset (ROA) 2,73 persen.

Sedangkan Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) masih tetap terjaga di angka 68,96 persen. Dari keseluruhan kinerja positif tersebut, bankjatim berhasil mencatatkan laba sebesar Rp. 770,15 Miliar.

Banyak berbagai tantangan yang dihadapi Pemerintah, pelaku usaha, tidak terkecuali industri perbankan.

Pandemi Covid-19 (Corona) menjadi salah satu tantangan terberat yang dihadapi setiap elemen masyarakat. Bankjatim bersyukur masih mampu memberikan kinerja yang positif khususnya untuk mendorong perekonomian Jawa Timur. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry