
SITUBONDO | duta.co – Bentuk komitmen dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Bank BTN) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Situbondo meresmikan program Waste Station.
Fasilitas pengelolaan sampah ini menjadi waste station pertama yang dihadirkan oleh Bank BTN sekaligus yang pertama diresmikan di Kabupaten Situbondo.
Bagus Hendri Setiawan Kepala Kantor Wilayah Jatim, Bali dan Nusra mengatakan, bahwa langkah ini merupakan wujud nyata peran BUMN di bawah Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) yang tidak hanya bergerak di sektor perbankan dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki kewajiban sosial untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
​”Melalui program ini, Bank BTN berharap dapat membangun kesadaran serta budaya pengelolaan sampah yang lebih baik, khususnya dalam memilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” jelas Bagus Hendri Setiawan Kepala Kantor Wilayah Jatim, Bali Nusra.
Lebih lanjut, Bagus mengatan bahwa, BTN juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Situbondo atas kolaborasi terbuka yang memungkinkan program ini dapat terealisasi.
​Inisiatif ini, kata Bagus, diharapkan menjadi titik awal kolaborasi yang lebih luas antara Bank BTN, Pemerintah Kabupaten Situbondo, serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dan masyarakat setempat.
Selain peresmian fasilitas, sambunh Bagus program ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang pada sektor lingkungan, pemberdayaan masyarakat, hingga pendidikan.
​”Bank BTN juga berharap fasilitas Waste Station ini dapat dirawat, dimanfaatkan, dan dikembangkan secara berkesinambungan oleh masyarakat Situbondo demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi generasi mendatang,” pungkas Bagus.
Sementara itu, Bupati Situbondo Rio Wahyu Prayogo mengatakan, Masyarakat Situbondo sudah mengolah sampah dapur menjadi pupuk organik. Dan hasilnya, itu menunjukkan hal yang positif.
“Setelah mengunakan pupuk organik yang terbuat dari sampah dapur, dalam satu hektar yang tadinya panen 6 ton dalam 1 hektar, tapi setelah pakai pupuk sampah panennya menjadi 9,1 ton,” kata Mas Rio, panggilan akrab Bupati Situbondo.
Lebih lanjutnya, Mas Rio mengatakan, dalam konteks lingkungan hidup semakin hari semakin masif memproduksi sampah. “Apalagi kita punya TPA yang
​kondisinya di tahun 2027 mendatang sudah semakin padat.
“Karena volume sampah dari ujung barat sampai ujung timur, semua bertemu di satu titik, satu TPA. Maka, kondisi TPA Situbondo semakin menggunung.
​Dari sisi kebijakan, saya sudah menginisiasi dari OPD terkait untuk me- membuat TPS3R di 3 titik. Kemudian mobil sampah juga saya anggarkan,” jelas Mas Rio.
Waste Station jika dibikin 1.000, tidak cukup kalau mentalnya masih buang sampah sembarangan. Karena membuang sampah itu bukan soal seberapa hebat kinerja dari pemerintah atau seberapa banyak teman-teman volunteer yang fokus atau concern sampah, tapi ini soal mentalitas masyarakat yang membuang sampah sembarangan.
“Tidak hanya soal sampah yang diurusi Pemkab Situbondo, tapi kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan lain-lain. Makanya kalau mau naik kelas, ya harus merubah mindset-nya. Mindset yang lama, yang lampau harus ditinggalkan. Kita bergeser mindset yang baru,” pungkas Mas Rio. (her)







































