Walikota Kediri, Mas Abu saat menemui Ghofur, warga dampak banjir Sungai Kresek (DUTA.CO/NANANG)

KEDIRI | duta.co — Tim BPBD Kota Kediri dan sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja yang berjaga di sepanjang aliran Sungai Kresek, seketika bergegas menyambut kedatangan orang nomor satu di Kota Kediri, Walikota Abdullah Abu Bakar yang datang pada Sabtu tengah malam (8/4/2017) di atas Jembatan Ngaglik Kelurahan Ngadirejo.

“Mana lokasi banjirnya, kok saya baru dapat kabar jika Sungai Kresek meluap,” kata Mas Abu, sebutan akrabnya kepada Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaks BPBD) Kota Kediri, Samsul Bahri.

Sejumlah warga pun ditemui, sambil memberikan penjelasan bahwa banjir ini adalah air kiriman dari kawasan Gunung Kelud, walikota menyatakan minta maaf dan akan segera memberikan bantuan bencana kepada warga tidak mampu. Kepada Mas Abu, Ghofur (65) warga Kelurahan Dandangan Rt. 02 RW. 03 mengakui, bahwa ini merupakan banjir yang keduakalinya, namun kali ini kiriman  airnya cukup deras.

Akibat curah hujan yang cukup tinggi di Kawasan Gunung Kelud, ternyata berdampak di Kota Kediri. Kiriman air yang melintas ke Sungai Kresek, menjadikan sejumlah lokasi mulai dari Kelurahan Ketami, Pesantren hingga memasuki Ngadisrejo, Dandangan dan Balowerti. Tim Tagana, BPBD, Satpol PP dibantu aparat warga terus memantau debit air terus naik sejak pukul 18.00 wib.

Sejumlah tanah pekarangan warga, area persawahan dan kebun hingga sejumlah kolam ikan, menjadi sasaran atas kiriman banjir bandang ini.

“Tercatat ada 17 KK di wilayah Ketami, yang rumahnya terendam banjir, sejumlah tanaman padi, kebun bengkoang, kolam ikan koi dan lele. Belum lagi sejumlah rumah warga berada di kawasan sungai. Perkiraan sekitar 60 KK yang rumahnya terendam,” jelas Samsul Bahri kepada Mas Abu, sebutan Walikota Kediri.

Meski di tengah guyuran hujan, mulai sepanjang Jembatan Ngaglik, Mas Abu melakukan penyisiran hingga memasuki wilayah Dandangan yang terhubung dengan jembatan kembar.

“Waduh di mana ini alarm tanda bahaya banjir yang dipasang di sungai, kenapa bisa tidak berfungsi,” tanya walikota.

Sejumlah bak kontrol, tak luput dari pengawasan, kemudian diminta dibuka oleh walikota. Setelah dilakukan pertemuan di Pos Kamling yang dihadiri sejumlah warga, akhirnya diputuskan bila hingga Minggu pagi, air tak kunjung surut, maka Mas Abu meminta tim BPBD untuk menyiapkan kantong-kantong pasir. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry