PASURUAN-Banjir air bercampur lumpur memacetkan jalur utama Surabaya-Malang di ruas Purwoasri dan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Kamis (5/1) ulai pukul 16.30 WIB. Kemacetan lalu lintas mengular di jalur tersebut selama tiga jam. Dari arah Lawang, macetnya mulai Bedali, sedangkan dari arah Pasuruan, macetnya sampai Sukorejo.

Banjir cukup deras itu terjadi di jalan raya ruas desa  Desa Capang dan Desa Tejowangi. Banjir terjadi akibat meluapnya sungai Juri yang tak mampu menampung kiriman air dari hulu sungai di daerah Lawang, Kabupaten Malang.

Di sekitar SPBU Purwosari, air bercampur  lumpur yang mengalir cukup deras sampai ke tengah jalan raya. Para pengendara sepeda motor dan mobil pribadi harus menepi menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Hanya beberapa kendaraan besar seperti bus dan truk masih nekat melintasi jalan yang digenangi air bah.

Petang kemarin, antrean kendaraan masih belum bergerak. “Arus banjir masih deras sehingga kendaraan belum bergerak, terutama yang ke arah Malang,” kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana dikonfirmasi pukul 19.00 tadi malam. Baru setengah jam kemudian, kepadatan mulai mencair karena banjir menyusut banyak.

Belum diperoleh informasi adanya korban jiwa ataupun kerusakan rumah penduduk akibat sapuan banjir bandang ini. “Saya pas pulang kerja sore tadi mas, Jalan Purwodadi Utara Kebun Raya banjir dan terjadi macet berkepanjangan,” kata Tarmudji, warga  Dusun Krajan, Purwodadi.

Menurut dia, sungai yang berada di utara Kebun Raya Purwodadi tersebut, meluap sampai ke badan jalan. Meluapnya air lantaran kapasitas sungai tak mampu menampung derasnya air hujan.  “Airnya meluber ke jalan raya. Banyak kendaraan yang lewat mengalami trobel dan ada beberapa yang motor yang jatuh,” ungkapnya.

 

Banjir Terparah

Irfan, warga lainnya, mengatakan,  banjir ini termasuk parah karena sebelumnya belum pernah terjadi. “Kali ini cukup parah, sebelumnya tidak pernah seperti ini, sepeda motor sampai tergenang,” ujarnya.

Apalagi di depan SPBU Purwosari, air meluap hingga ke tengah jalan. “Mungkin karena gorong-gorong yang ada di depan pom buntu jadi airnya meluap ketengah jalan,” papar pria berkacamata tersebut.

Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) juga mengonfirmasi bahwa banjir di Purwosari, Pasuruan ini mengagetkan. Baginya, banjir yang menerjang jalan raya di Purwosari dan Purwodadi ke arah Malang ini merupakan kejadian terbesar sepanjang hidupnya.

“Ini terbesar dan pertama kali dalam hidup saya. Selama saya tinggal di Purwosari tidak pernah banjir meluap separah begitu,” kata Gus Ipul tadi malam.

Tempat tinggal keluarga Gus Ipul memang berada di Kauman, Purwosari. Kampungnya dengan lokasi banjir bandang itu hanya berjarak 4 Kilometer. “Mengerikan memang. Tapi itu kan curah hujan tinggi dari dari hulunya juga,” katanya.

Ia mengaku sudah koordinasi dengan adiknya yang kebetulan menjadi Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf untuk penanganan banjir yang sempat melumpuh lalu lintas tersebut. “Sudah koordinasi dengan Pak Bupati, sedang didata termasuk bila ada kerusakan rumah. Akan kita bantu perbaikannya,” kata Gus Ipul.

Sebagai putra daerah, Gus Ipul akan ke lokasi banjir bandang pada Jumat (6/1) pagi untuk melihat langsung sehingga bisa merumuskan penanganan sehingga ke depannya tidak lagi terjadi musibah. “Besok usai subuhan saya ke Purwosari. Kita akan koordinasikan dengan pemda setempat dan langkah-langkah apa yang harus diambil,” katanya. dul, dit, mtd, tim

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan