Permukiman warga yang terendam banjir akibat tingginya intensitas hujan yang menyebabkan luapan air sungai. (Foto/Ardi)

LAMONGAN | duta.co – Banjir tahunan kembali melanda kawasan Bengawan Jero, Kabupaten Lamongan, akibat tingginya intensitas hujan yang menyebabkan luapan air sungai. Akibatnya, pemukiman warga serta lahan pertanian di lima kecamatan terendam banjir.

Total luas sawah dan tambak yang tergenang diperkirakan mencapai sekitar 12 ribu hektare dengan estimasi kerugian kurang lebih Rp 4 miliar. Genangan terparah terjadi di Kecamatan Deket, Kalitengah, Turi, Karangbinangun, dan Glagah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Mugito, menyampaikan rasa prihatin atas bencana banjir yang kembali terjadi di wilayah Bengawan Jero. Ia menyebutkan, sebagian besar lahan yang terdampak saat ini merupakan lahan yang dipersiapkan untuk tambak ikan.

“Dengan prediksi cuaca yang telah disampaikan oleh BMKG, sejak awal kami sudah mengimbau dan mengarahkan petani untuk tidak menanam padi,” ujar Mugito, Minggu (11/1/2026).

Meski demikian, lanjut Mugito, bagi lahan yang terlanjur ditanami padi dan mengalami kerusakan hingga puso, pihaknya akan melakukan inventarisasi untuk pendataan kerugian.

Pemerintah daerah nantinya akan memprioritaskan bantuan berupa bibit tanaman yang dapat ditanam kembali setelah kondisi lahan dinyatakan siap.

Selain bantuan pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian juga akan mengupayakan bantuan kebutuhan pangan dasar bagi masyarakat terdampak agar beban ekonomi warga dapat sedikit teringankan.

“Harapan kami, masyarakat yang tidak terdampak dan memiliki rezeki lebih bisa ikut berpartisipasi membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir,” pungkas Mugito. (ard)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry