Rektor Unusa, Prof Achmad Jazidie mencoba injak batu di taman lansia. DUTA/ist

GRESIK | duta.co – Sudarwati (53), warga Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Kamis (4/8/2022) siang, datang ke kantor balai desa.

Dia ingin melihat taman lansia yang dibuat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 4, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Tidak hanya melihat, tapi Sudarwati juga ingin mencoba lintasan injak batu yang ada di taman lansia itu.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

“Duh loro (sakit),” katanya saat pertama kali menginjakkan kakinya. Tapi dia terus mencoba hingga kurang lebih lima meter lintasan injak batu. “Tapi kok kakiku jadi enak, jadi lemas tidak kaku,” katanya.

Mahasiswa KKN Kelompok 4 membuat taman lansia di halaman balai desa melengkapi taman toga yang sudah ada sebelumnya.

Ada banyak fasilitas pendukung di taman lansia itu. Salah satunya injak batu. Fasilitas olahraga itu penting bagi lansia untuk memperlancar aliran darah dan melemaskan otot-otot yang kaku.

HD Singgih selaku Ketua Kelompok 4 KKN Unusa mengatakan anggota kelompok bekerja selama tiga hari untuk mewujudkan taman lansia itu. Dan memang menjadi target kelompok 4 untuk membuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat terutama lansia yang membutuhkan banyak bergerak dan berolahraga.

“Balai desa itu biasanya menjadi lokasi kumpul warga. Kumpul-kumpul di balai desa sambil memanfaatkan fasilitas olahraga yang ada,” jelasnya.

Taman lansia ini bagian dari program KKN Unusa yakni pemberdayaan lingkungan, selain dalam pendidikan dan kesehatan serta teknologi informasi.

Mahasiswa S1 Keperawatan Faizarur Rohma mengecek tekanan darah warga lansia. DUTA/ist

Kepala Desa Sumput, Soetaji mengaku senang mahasiswa hadir ke desanya. “Kita saling menimba ilmu, saling membutuhkan. Terima kasih mau mampir ke Sumput,” tukasnya.

Rektor Prof Achmad Jazidie, juga mengaku senang mahasiswa sudah melakukan sesuatu di Desa Sumput. Mahasiswa bisa memahami persoalan yang ada di masyarakat, merangkumnya dan memberikan solusi.

“KKN itu belajar di komunitas kehidupan. Belajar langsung dengan turun di masyarakat. Jadi manfaatnya sangat besar. Dengan KKN ini nantinya akan bisa menjadi peninggalan yang beanfaat bagi masyarakat luas,” jelasnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry