LAUNCHING :  Danpuspenerbal Laksda TNI Edwin, S.H.,M.Han dan Tony Susanto, Owner Anak Kandang Farm saat soft launching Anak Kandang Farm, peternakan kambing terintegrasi di kawasan Puspenerbal Juanda. (imam/duta.co)

SIDOARJO | duta.co – Potensi daging dan kebutuhan kambing yang tinggi menjadi alasan utama Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) melakukan kerjasama dengan Anak Kandang Farm memanfaatkan lahan 2 ha dari 3,2 ha yang tersedia. Kerjasama saling menguntungkan ini harapannya bisa menciptakan peternakan terbesar di Indonesia yang dikelola dengan modern menggunakan aplikasi.

Danpuspenerbal Laksda TNI Edwin, S.H.,M.Han mengatakan kegiatan kali ini yakni soft launching program ketahanan pangan Puspenebral dengan membuka Anak Kandang Farm. Ada dua program yang dijalankan saat ini yakni titip kurban dan titip angon untuk prajurit dan terbuka untuk masyarakat umum.

“Selama ini  kegiatan ini dari prajurit ke prajurit dan kini diperluas terbuka bagi masyarakat umum untuk turut menjadi investor bagian dari Anak Kandang Farm dengan skema yang sudah ditentukan. Hharapannya program bisa memberikan kontribusi dalam ketahanan pangan di Jatim dan Nasional,” jelasnya disela soft launching Anak Kandang Farm di kawasan Puspenerbal Juanda Sidoarjo, kemarin.

Laksda TNI Edwin, S.H.,M.Han menambahkan satu hal yang menarik dari pola Anak Kandang Farm ini dioperasikan memanfaatkan teknologi melalui aplikasi. Dengan demiikian semuanya bisa terintegrasi dan menjadi metoda ternak kambing modern.

“Besar harapan dengan asset dan luasan lahan yang ada memungkinkan untuk pengembangan peternakan terbesar. Ketersediaan lahan, pakan dan kebutuhan lainnya sangat memadai. Selama ini tidak banyak dioptimalkan untuk pakan yang ada, sementara bahan baku melimpah,” ujarnya.

Laksda TNI Edwin, S.H.,M.Han menjelaskan saat ini sudah ada 400 kambing yang dikelola, perkawinan silang antara kambing Jawarandu dan kambing Boer. Dengan kerjasama dengan Anak Kandang Farm dan melibatkan masyarakat umum, harapannya makin banyak yang berpartisipasi dan peternakan menjadi lebih besar.

“Kebutuhan daging kambing cukup tinggi. Proses perawatan tidak begitu rumit dan kembang biaknya cukup cepat. Dalam dua tahun dua kali melahirkan. Siklus inilah ang akan dimanfaatkan. Prajurit di masa dinasnya sudah dibekali jiwa usaha. Akan dibuka kursus peternak kambing, buat prajurit dan umum.”

Sementara itu Tony Susanto, Owner Anak Kandang Farm mengatakan pihaknya membuka kesempatan masuknya masyarakat umum sebagai pemodal dan investor. Dengan konsep ini siapapun bisa jadi peternak, tanpa punya ilmu,waktu dan lahan namun bisa memiliki kambing.

“Sambil berjalan diajarkan bagaimana menjadi peternak. Sementara sambil menunggu kesiapan, tinggal titip dulu ternaknya dan kita yang akan merawatnya,” jelas Tony.

Tonny menjelaskan untuk pemeliharaan Anak Kandang Farm dikelola secara professional. Mulai dokter, insinyur ahli peternakan dan penjaganya. Karena konsep Anak Kandang Farm menjadi peternakan modern yang terintegrasi yang bisa dilakukan melalui aplikasi.

“Bagi masyarakat yang ingin menjadi peternak, dibutuhkan dana Rp 12,6 juta untuk jangka waktu enam tahun. Di akhir tahun ke enam estimasinya bisa memiliki 50 ekor kambing dan nilai yang didapatkan sekitar Rp 150 juta dengan estimasi dari 50 kambing yang dihasilkan per kambing harganya Rp 3 juta,” jelas Tonny.

Tonny menambahkan kapasitas Anak Kandang Farm bisa menampung 1000 an ekor kambing. Saat ini baru ada 400 ekor kambing yang semuanya dari prajurit. Bibit kambingnya dari Tuban dan Blitar. Imm

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry