
JOMBANG | duta.co – Pemerintah Kabupaten Jombang terus menegaskan komitmennya membangun kualitas hidup masyarakat dari kebutuhan paling mendasar. Di bawah kepemimpinan Bupati Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin, akses air bersih, air minum aman bagi pelajar, serta perlindungan bagi masyarakat berpenghasilan rendah menjadi bagian penting dari agenda pembangunan daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan peran Perumdam Tirta Kencana Jombang sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan publik, tetapi juga mampu menopang program-program strategis pemerintah.
Salah satu langkah penting ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Desa Jombang dan Perumdam Tirta Kencana dalam pengelolaan instalasi air bersih yang telah dibangun pemerintah.
Bupati Jombang Warsubi menegaskan, kerja sama tersebut bukan sekadar urusan infrastruktur, melainkan bentuk pemenuhan hak dasar masyarakat.
“Bukan hanya soal bangunan atau pipa, ini soal hak warga atas air bersih. Pengelolaannya kami percayakan kepada Perumdam agar berjalan profesional dan berkelanjutan,” tegas Warsubi.
Tidak hanya perkuat ditingkat sekolah. Perumdam Tirta Kencana juga memperluas dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan layanan air minum aman bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Direktur Perumdam Tirta Kencana, Khoirul Hasyim, menjelaskan layanan diberikan secara fleksibel sesuai kebutuhan masing-masing lokasi.
“Kami mendukung MBG dengan penyediaan air minum aman, baik berbasis perpipaan, perpipaan dan filtrasi, maupun perpipaan yang dilengkapi filtrasi serta air minum kemasan berupa galon,” ujarnya. Kamis (2/7).
Menurut Khoirul, setiap SPPG memiliki karakteristik berbeda sehingga model layanan juga disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Selain mendukung program nasional, kerja sama tersebut juga membuka peluang ekonomi baru bagi perusahaan daerah. Konsumsi air di SPPG dinilai jauh lebih besar dibanding pelanggan rumah tangga.
“Kalau dikatakan ini potensi bagi kami, ya memang potensi bisnis. Pemakaian air oleh SPPG bisa setara industri kecil sehingga memberikan tambahan pendapatan perusahaan. Namun yang paling penting, kami tetap menjalankan fungsi sosial sekaligus menjaga kesehatan perusahaan,” jelasnya.
Karena itu, Perumdam terus melakukan pemetaan kapasitas produksi dan jaringan distribusi agar kebutuhan SPPG terpenuhi tanpa mengganggu pelayanan kepada pelanggan yang sudah ada.
Air Minum Aman untuk Sekolah
Tidak berhenti pada sektor pangan, Perumdam juga mulai memperluas intervensi di dunia pendidikan melalui kampanye air minum aman bagi siswa SD dan SMP di Kabupaten Jombang.
Beberapa waktu lalu, Perumdam menggelar sosialisasi yang diikuti kepala sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Jombang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas konsumsi air di lingkungan sekolah.
Khoirul menilai penyediaan air minum yang aman merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung upaya penurunan angka stunting.
“Penyebab stunting memang banyak, tetapi kami yakin kualitas air minum juga menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan. Karena itu, siswa harus mengonsumsi air yang aman dan sehat,” katanya.
Saat ini, sekitar 20 persen sekolah di Kabupaten Jombang telah memanfaatkan layanan air minum dalam kemasan (AMDK) produksi Perumdam Tirta Kencana yang telah melalui proses filtrasi dan pengawasan mutu. (din)




































