Denis Fidita Karya, SSi, MM – Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Teknologi Digital

MENINGKATNYA wisata moslem friendly di dunia membuat banyak negara memfokuskan untuk mengembangkan wisata terebut.

Pesatnya pertumbuhan wisatawan muslim ini mendorong destinasi wisata untuk meningatkan kualitasnya demi memenuhi kebutuhan wisatawan muslim. Saat ini Indonesia berada di peringkat 4 setelah Malaysia, Turki dan Arab Saudi (GMTI, 2021).

Selain itu Indonesia merupakan negara dengan penduduk islam sebesar 86,7% dari seluruh populasi penduduk. Hal inilah yang menjadikan peluang Indonesia untuk mengembangkan destinasi ramah bagi bergama Islam.

Pemerintah juga mentargetkan bahwa di 2030 wisata berbasis moslem friendly di Indonesia mulai meningkat. Untuk tercapainya program tersebut maka pemerintah harus berfokus untuk meningkatkan minat wisatawan dunia untuk mengunjungi destinasi wisata moslem friendly Indonesia.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Menurut data dari IMTI 2019 menjelaskan bahwa destinasi pariwisata unggulan di indonesia di antaranya yaitu Lombok, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur (Malang Raya).

Skor tertinggi dicapai oleh Lombok yang menjadi destinasi pariwisata halal terbaik di Indonesia dikarenakan konsisten dalam menerapkan destinasi ramah terhadap muslim. Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) saat ini mulai berfokus untuk mengembangkan wisata halal Jawa Timur.

Jawa Timur memiliki berbagai wisata halal yang berpotensi menarik wisatawan domestik ataupun mancanegara seperti wisata wali, pondok pesantren hingga restoran halal. Di jawa timur sendiri tren kunjungan wisata halal terus meningkat meskipun belum signifikan.

Namun di situasi pandemi saat ini kunjungan pariwisata halal menurun jauh dikarenakan adanya penerapan pembatasan sosial berskala besar dan anjuran protokol kesehatan yang membuat industri kepariwisataan menurun.

Tidak hanya berfokus pada meningkatkan minat melainkan juga harus meningkatkan niat kunjungan kembali pada destinasi. mempertahankan dan meningkatkan kunjungan kembali wisatawan domestik atau wisatawan mancanegara maka pemerintah harus bisa mengelola destinasi wisata berbasis moslem friendly ini sebaik mungkin.

Menurut battour et al (2010) menjelaskan bahwa dalam memilih destinasi untuk berlibur, wisatawan muslim akan mempertimbangkan apakah dengan berkunjung ke destinasi tersebut wisatawan muslim masih bisa menjalankan perintah dan aturan – aturan agamanya.

Karena itu wisatawan muslim akan cenderung memilih destinasi wisata yang bisa memenuhi kebutuhan dan tuntutannya. Dari hal ini menjelaskan bahwa destinasi halal harus bisa menyediakan dan menerapkan prinsip halal (atribut islami).

Tidak hanya atrinut islami, suatu destinasi tentunya juga memiliki kualitas yang baik agar wisatawan memiliki kesan positif selama berlibur di wisata halal Indonesia.

Wisata halal Indonesia harus bisa menciptakan pengalaman yang menarik yang dapat dinikmati oleh wisatawan, sehingga hal ini dapat membentuk memori yang tak terlupakan dan nilai yang berkesan dari suatu destinasi. Sehingga wisatawan dapat merasakan puas dan memiliki keinginan untuk berkunjung kembali. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry