Tim dosen FEB UNISMA mengimplementasikan pengabdian masyarakat, dengan memberikan pelatihan manajeman dan akuntansi. Nampak Dewi Diah SE MSA saat mengajari peserta.

MALANG | duta.co – Dampak ekonomi akibat pandemic Covid-19 begitu luar biasa, mulai dari penurunan omzet hingga PHK massal. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (UNISMA) pun tergerak dan terpanggil untuk meredam gejolak tersebut. Salah satu upayanya, dengan memberikan pelatihan wirausaha bagi ibu-ibu dan wanita wirausahawan guna menopang ekonomi keluarga.

Menurut Dekan FEB UNISMA, Nur Diana SE MSi, pihaknya sengaja membidik kaum perempuan di masa pandemi, pasalnya wanita memiliki potensi dan peran sangatlah besar dalam sektor ekonomi. Berdasarkan survei dari Bank Dunia, 2016 lalu, mengemukakan lebih dari 50 % usaha mikro dan kecil dimiliki oleh kaum ini. Oleh sebab itu kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan UMKM ini sengaja dikonsentrasikan untuk kaum hawa di Malang Raya.

“Kegiatan pengabdian masyarakat yang dijalankan Fakultas kami ini sebagai tindak lanjut hasil penelitian tim dosen FEB UNISMA tentang UMKM di Malang Raya. Dimana hasil penelitian tersebut menghasilkan beberapa temuan terkait problem yang dihadapi UMKM,” ungkap Diana.

Diantara masalah yang dihadapi mereka, seperti lemahnya pengetahuan Akuntansi, manajemen keuangan, sulitnya akses permodalan, problem pemasaran dan Business Plan serta minimnya pengetahuan tentang entrepreneurship. Hal inilah yang dijadikan rekomendasi  untuk melakukan pengabdian masyarakat bagi tim dosen FEB UNISMA.

Roadmap Pengabdian Masyarakat FEB UNISMA harus sejalan dengan hasil rekomendasi penelitian yang dihasilkan. Sehingga ada sinergisitas hasil riset bidang UMKM untuk pemberdayaan perempuan di era pandemi yang mendukung pemulihan ekonomi lewat industri rumah tangga,” urai Diana.

Pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM perempuan ini diselenggarakan selama satu bulan. Berupa pelatihan wirausaha, manajemen keuangan, pelaporan keuangan bersandar pada SAK EMKM, manajemen pemasaran, dan business plan.

Tak tanggung-tanggung, pengabdian dilaksanakan di tiga tempat sekaligus, yaitu di  Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Diselenggarakan minggu pertama bulan kemarin. Mengambil tempat di kompleks gedung sekolah Al-Islamiyah.

Sedangkan pada minggu keduanya, pelatihan dan pendampingan bergeser ke Kecamatan Lowokwaru Kelurahan Ketawang Gede Kota Malang. Dengan mengambil tempat di SDN Ketawang Gede, kemudian pada minggu terakhir kegiatan dilanjutkan di Kelurahan Karang Besuki Kota Malang, yang mengambil tempat di gedung Kelurahan Karang Besuki. Dimana dalam setiap kegiatan diikuti sekitar 20 peserta.

FEB UNISMA menerjunkan tim dosen dari Prodi Akuntansi, Dewi Diah SE MSA dan Khalikussabir SE MM dari Prodi Manajemen.  

Khalikussabir menyatakan bahwa saat ini banyak wanita wirausahawan namun mereka belum mampu memasarkan produknya dengan baik. Hal inilah yang menggerakkannya untuk memberikan pelatihan marketing produk.

Lain halnya dengan Dewi Diah yang melihat fenomena bahwa mayoritas wirausahawan kecil ataupun pemula tidak memiliki pencatatan yang baik atas usahanya. Juga belum maksimal dalam mengelola keuangan usahanya, sehingga usahanya stagnan tidak mengalami peningkatan.

“Dengan tidak memiliki catatan hasil lampiran keuangan, hal inilah yang menjadi kendala UMKM kesulitan akses ke Bank atau lembaga pemberi kredit. Maka harus punya laporan keuangan sederhana, minimal bersandar pada SAK EMKM,” jelas Dewi Diah.

Rata-rata peserta memang tidak memiliki pencatatan usaha yang menyebabkan mereka tidak mengetahui secara pasti hasil dari usahanya. Sehingga tidak mampu mengembangkan usaha untuk lebih baik lagi. Dalam pemasaran produk pun mereka masih menggunakan cara konvensional, padahal sekarang perilaku konsumen telah berubah ke arah internet.

Salah satu poin yang disampaikan Dewi adalah pentingnya menyisihkan dana darurat untuk berjaga-jaga saat usahanya tertimpa musibah. Ternyata selama ini seluruh peserta belum ada yang menyisihkan hal tersebut. Mayoritas peserta pun kemudian bertekad untuk memulai menyisihkan dana darurat. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry