keterangan foto suaramerdeka.com

SURABAYA | duta.co – Video pendek Prabowo Subianto di Kota Ambon, Maluku viral di media sosial. Judulnya memang cukup menggelitik, “Bandel…! Sudah dibilang Prabowo jangan ke Ambon Hasilnya malah begini jadinya. Nyesek!”. Sampai Sabtu (29/12/2018) video itu sudah ditonton 44.774 ribu orang, disukai 3.900 orang.

Pemandangan luar biasa, antusiasme puluhan ribuan warga Maluku menyambut kedatangan Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto di Kota Ambon, Maluku pada Jumat (28/12), mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Koordinator Forum Rakyat yang juga aktivis Tionghoa, Lieus Sungkharisma menilai, hal tersebut sebagai bentuk kerinduan rakyat terhadap hadirnya sosok pemimpin pemersatu.

“Sambutan meriah masyarakat Ambon itu menunjukkan rakyat Indonesia menginginkan ada pemimpin yang bisa menyatukan semua perbedaan di negeri ini. Baik itu perbedaan suku, etnis, daerah maupun agama,” ujar Lieus kepada redaksi sesaat lalu.

Diketahui, ribuan warga Kota Ambon tumpah ruah memenuhi jalan raya Kota Ambon untuk menyambut kedatangan Prabowo Subianto di ibukota propinsi Maluku itu.

Kunjungan Prabowo ke Maluku, selain bertemu dengan pimpinan partai koalisi dan para relawan, juga untuk menghadiri sejumlah undangan dari tokoh dan pemuka agama di propinsi tersebut.

“Beliau menghadiri undangan silaturahmi ke Kantor Sinode Gereja Protestan Maluku dan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku,” kata Lieus.

Lieus mengaku terharu sekaligus bangga atas sambutan masyarakat yang begitu antusias menyambut kedatangan ketua umum Partai Gerindra itu.

“Saya melihat videonya. Saya lihat ribuan orang, tua muda, laki perempuan termasuk emak-emak, berebut salaman dengan Prabowo yang berdiri di atas mobil yang berjalan perlahan,” kata Lieus.

Lebih lanjut, Lieus menilai antusiasme warga Ambon itu menunjukkan bahwa rakyat sangat rindu akan hadirnya sosok pemimpin yang baru.

“Ini pertanda kuat bahwa rakyat sangat menghendaki adanya Presiden baru yang akan memimpin negeri ini,” tutupnya. (rus,rmol)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.