SIAGA : Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kediri, Adi Sutrisno (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI| duta.co -Angin yang cukup kencang dan kecepatannya bisa mencapai 63 km / jam, diperkirakan akan melintasi Kota Kediri dengan durasi antara 5 hingga 15 menit. Kalaksa BPBD Kota Kediri Samsul Bahri melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kediri, Adi Sutrisno mengatakan dari prakiran cuaca dikeluarkan BPBD Propinsi Jawa Timur, salah satu daerah yang dilintasi Kota Kediri.

Kewaspadaan dan selalu mengamankan barang berharga disampaikan pihak BPBD Kota Kediri sebagai salah satu langkah pencegahan. Berdasarkan prakiraan cuaca yang saat ini terjadi di Kota Kediri, maka pada Bulan Oktober ini sudah memasuki musim penghujan.

“Pada awal musim penghujan, harap diwaspadai potensi cuaca buruk seperti hujan lebat disertai angin kencang sesaat. Begitu juga potensi terjadinya Puting Beliung dan Downburst, yaitu angin kencang yang berasal dari awan Cumulonimbus dengan kecepatan mencapai 63 km/jam dengan durasi bisa mencapai 15 menit,” ungkap Adi Sutrisno.

Tentunya ini mengacu pengalaman pada tahun lalu, dimana pada menjelang akhir tahun, Kota Kediri menjadi langganan bencana alam berupa puting beliung. Namun kali ini, yang dikuatirkan adalah bencana Downburst, bisa memporakporandakan rumah beserta harta di dalamnya.

“Saat ini kami terus melakukan pemantauan di lapangan, rutin melakukan patroli dan tentunya bantuan para Relawan Peduli Bencana untuk selalu mengabarkan kondisi di lingkungan tempat tinggalnya,” imbuhnya. Untuk titik mana yang menjadi sasaran, Adi Sutrisno mengaku tidak bisa memastikan.

“Namun bila mengacu tahun lalu, paling sering terjadi bencana di wilayah Timur Sungai Brantas, khususnya di daerah Burengan yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Kediri. Kami sangat berharap justru tidak terjadi bencana, namun bagaimana pun kita harus selalu siaga dan waspada,” jelas Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kediri. (nng)

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan