
âSURABAYA | âŞduta.co⏠– Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menerima kunjungan Asian Law Student’s Association (ALSA) Local Chapter Airlangga University, di Ruang Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), pada Senin (8/12/2025).
â
âDalam kunjungannya, ALSA memaparkan policy brief terkait, kondisi pencemaran udara di Surabaya sekaligus berdiskusi mengenai upaya penanganannya.
â
âMenanggapi hal itu, Puguh sapaan akrabnya mengapresiasi inisiatif mahasiswa Universitas Airlangga tersebut. Menurutnya, kajian dan kampanye kesadaran yang dilakukan ALSA menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah, masyarakat, civil society, hingga DPRD Jatim, akan urgensi isu pencemaran udara.
â
â”Ya, saya pikir memang pencemaran udara ini harus terus diatur ya. Karena seiring dengan kemajuan industri, seiring dengan pergerakan manusia yang menggunakan kendaraan. Ini kan menjadi penyumbang terhadap pencemaran udara tersebut,” ujarnya anggota DPRD Jatim dari Dapil Malang Raya.
â
âOleh karena, Puguh menyebut dengan hadirnya pemerintah termasuk juga hadirnya teman-teman dari mahasiswa ini menjadi salah satu input yang konstruktif, mengingat atas pentingnya menjaga lingkungan dari pencemaran udara.
â
âSelain itu, politisi asal PKS juga menyoroti atas beberapa wilayah, kabupaten atau kota di Jawa Timur yang menjadi spot industri seperti Gresik, Pasuruan dan Mojokerto. Maka pentingnya perhatian serius dari pemerintah setempat.
â
â”Ini tentu harus mendapatkan perhatian yang serius dari Pemprov Jatim dan pemerintah Kabupaten atau Kota supaya ini tidak menjadi masalah di masa mendatang,” imbuhnya.
â
âTerkait regulasi lingkungan, Puguh menjelaskan bahwa Perda dan Pergub sebenarnya telah berjalan, termasuk dalam persyaratan pendirian maupun perpanjangan izin industri. Namun ia menegaskan bahwa kesadaran masyarakat juga harus ditingkatkan, terutama terkait tingginya penggunaan kendaraan pribadi yang memicu polusi udara dan mikroplastik.
â
â”Ya, idealnya memang di kota-kota besar seperti Surabaya, Kota Malang, pokoknya kota yang mulai bertransformasi dari kota kecil ke metropolitan bahkan megapolitan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi publik ini memang jadi penting begitu,” katanya.
â
âPuguh juga mengapresiasi kehadiran Bus Trans Jatim yang dinilai menjadi bentuk komitmen Pemprov Jatim, dalam mengatasi kemacetan dan menekan pencemaran udara.
â
â “Ya, saya pikir itu wujud komitmen Pemprov ya di dalam memvisualisasikan salah satu program pemerintah untuk mengurai masalah macet, masalah pencemaran udara yang disebabkan oleh kendaraan bermotor dengan menghadirkan bus trans jatim di beberapa koridor di Jawa Timur,” pungkasnya. (rud)






































