TERBAIK : Rita Zahara menjadi salah satu dari 12 wisudawan terbaik Unusa di semester genap 2018/2019. DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Rita Zahara, mahasiswa S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) menjadi wisudawan terbaik Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Rita akan mendapatkan gelar tersebut dalam acara wisuda semester genap 2018/2019 yang akan digelar hari ini, Rabu (11/9/2019) di Dyandra Convention Center.

Rita menjadi salah satu yang terbaik dari 12 wisudawan lainnya. Ini menjadi sebuah capaian yang luar biasa bagi Rita. Karena dia memperoleh itu gelar itu bukan saat masih bujangan, melainkan sudah memiliki dua anak.

“Ya kerja sambil kuliah. Tapi Alhamdulillah masih bisa beprestasi. Harus bisa membagi waktu,” ujar Rita yang meraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,89 ini.

Selama empat tahun Rita menempuh kuliah di Unusa. “Maunya 3,5 tahun tapi ternyata saya tidak mampu. Jadi ya empat tahun pas,” tandas finalis Pimnas 2018 dengan produknya Kancah Plek ini.

Untuk meraih nilai maksimal ini, Rita menyusun skripsi tentang Work Family Conflict Terhadap Komitmen Organisasi. Dalam hal ini, Rita melakukan penelitian terhadap para dosen perempuan di Unusa yang memiliki multi peran yakni sebagai ibu rumah tangga, pekerja dan harus kuliah.

Dari hasil penelitian itu, ternyata ada banyak konflik yang dihadapi para dosen perempuan itu. Terutama saat dia harus membagi waktu untuk tiga peran itu secara bersamaan. “Konflik jelas ada. Tapi bagaimana itu diminimalisir,” tukasnya.

Dan ternyata Unusa sebagai sebuah lembaga, bisa meminimalisir konflikitu dengan baik sehingga para dosen merasa tidak ada beban atas koflik tersebut. Seperti contohnya, Unusa menyediakan tempat penitipan anak bagi karyawan atau dosen yang memiliki anak balita yang tidak bisa ditinggal.

Saat bekerja atau menempuh pendidikan, para dosen akan merasa aman karena anaknya berada di dekat dia. Saat waktu istirahat masih bisa melihat bayi atau anaknya.

Selain itu, Unusa juga menyediakan berbagai fasilitas lainnya bagi dosen/karyawan sehingga bisa meminimalisir konflik tersebut. “Bahkan ketika dosen itu mengerjakan tugas di luar jobdesk-nya di dosen tidak merasa keberatan,” tukas Rita.

Perempuan kelahiran Jambi 12 Juli 1989 ini, merasa puas dengan hasil yang dicapainya. “Ternyata menjadi ibu tidak menghalangi kita untuk berprestasi,” tandasnya.

Di semester genap ini, Unusa akan mewisuda 703 lulusan dari 12 program studi di enam fakultas yang ada. Umdatus Soleha, Direktur Akademik dan Kehamasiswaan mengatakan Unusa memilih lulusan terbaik memang bukan hanya mempertimbangkan nilai akademik.

“Tapi ada non akademik yang kami lihat. Prestasi-prestasi lain juga kami nilai, terutama yang kami akui prestasi tersebut . Karena kami memiliki sebuah program yang kami akui melalui sistem kredit prestasi,” ungkapnya. end

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry