foto oleh dr. Ari Purnomo Adi, Koordinator Relawan Gerakan Nasional Donor Pohon

MERDEKA dari SAMPAH
Di bulan Agustus ini, semua elemen bangsa sedang berbahagia. Walaupun masih dalam kondisi pandemi, semangat masyarakat untuk merayakan kemerdekaan bangsa Indonesia tidak tertahankan lagi. Setiap sudut kampung terlihat semarak, tepi tepi jalan juga dihias dengan indahnya dengan  umbul umbul aneka warna dan lampu lampu hias yang terlihat semarak dan gemerlap di malam hari.
Oleh dr. Ari Purnomo Adi
Koordinator Relawan Gerakan Nasional Donor Pohon

Semua elemen bangsa tampak berbahagia menyambut dan merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 75. Memang benar bahwa Bangsa Indonesia telah lama merdeka dari belenggu Penjajahan oleh bangsa asing, tapi ternyata masih ada ancaman penjajahan dalam bentuk lain yang mengancam sendi sendi kehidupan Bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia sedang dalam ancaman bahaya penjajahan bentuk baru yaitu Penjajahan oleh Sampah.

Kalau kita mau meluangkan waktu untuk sedikit lebih memperhatikan kondisi lingkungan sekitar kita, kita pasti langsung menyadari akan ancaman sampah yang menginfiltrasi setiap lini kehidupan masyarakat sekitar kita. Dengan sangat mudah kita akan menjumpai sampah sampah yang menumpuk di tepi tepi jalan, di sungai sungai, di pasar, di sudut sudut kompleks perumahan, bahkan di tempat tempat terpencil dan sulit dikunjungi pun tak luput dari sampah.

Tidak mengherankan, karena setiap aspek kehidupan kita pasti menghasilkan residu yang disebut dengan sampah. Penelitian yang kredibel menyebutkan bahwa setiap manusia dalam satu hari berpotensi menghasilkan 05 kg sampah sebagai akibat dari aktivitasnya sehari-hari. Kalau kita hitung potensi produksi sampah harian di kabupaten Kediri yang berpenduduk sekitar 1.4 juta jiwa, maka dalam sehari akan dihasilkan sekitar 700 ton sampah. Belum lagi sampah yang dihasilkan akibat proses pertanian, peternakan, dan industri. Kalau tidak di manage dengan baik, sampah yang jumlahnya sangat besar ini tentunya akan membawa dampak negatif bagi lingkungan dan berpotensi membawa pengaruh buruk bagi kesehatan masyarakat.

Bagaimana Agar Kita Bisa Merdeka dari Sampah?

Beberapa saat yang lalu Relawan Gerakan Nasional Donor Pohon melakukan audiensi dengan Pejabat Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri di kantornya yang berada di Convention Hall SLG. Kami memaparkan kepada pejabat DLH akan ancaman nyata sampah yang menumpuk dan mencemari lingkungan di kabupaten Kediri.

Kami juga menyodorkan fakta bahwa masih banyak elemen masyarakat lokal yang secara mandiri bergerak mengatasi problematika sampah di lingkungannya masing masing. Gerakan Nasional Donor Pohon merasa perlu untuk mensinergikan potensi masyarakat yang peduli sampah dengan pemangku kekuasaan yaitu Bupati Kediri dalam hal ini Pejabat DLH kabupaten Kediri.

Gerakan Nasional Donor Pohon telah mengirimkan surat resmi kepada Bupati Kediri yang menyangkut perihal sampah. Dalam surat tersebut kami usulkan pula solusi yang komprehensif dalam upaya penanggulangan sampah yaitu dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat setempat. Bagaikan gayung bersambut, Pak Anang dari DLH kab. Kediri menyodorkan konsep TPS3R. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu 3R ( Reduce, Reuse, Recycle).

Salah satu bentuk management sampah yang melibatkan komponen Pemerintah Desa dan masyarakat sebagai pelaku utama dari pengolahan sampah yang diproduksi oleh masyarakat sekitarnya. Pemerintah desa berperan dalam menyediakan lokasi yang akan dijadikan lokasi TPS3R tersebut. Pemerintah Desa juga membentuk BUMDES yang bergerak dalam pengolahan sampah. Selanjutnya pemerintah daerah akan melakukan pendampingan dan pelatihan kepada pengelola. Selain itu, pemerintah daerah juga akan memberikan hibah berupa bangunan TPS3R serta alat alat yang diperlukan dalam upaya pengolahan sampah tersebut.

Intinya adalah semua sampah yang dihasilkan oleh masyarakat setempat akan dibawa ke lokasi TPS3R untuk dipilih dan dipilah. Sampah sampah yang masih bernilai ekonomis tinggi seperti plastik, botol, kertas, logam dll dipilih-dipilah-dikumpulkan kemudian dikemas dan dijual ke pabrik pengolahan sampah untuk di daur ulang. Sampah sampah organik diolah menjadi kompos yang juga punya nilai ekonomis tinggi. Sedangkan sisa residu sampah yang sudah tidak bisa diolah dan tidak mempunyai nilai ekonomis akan diambil oleh DLH untuk dimusnahkan di TPA  (Tempat Pembuangan Akhir).

Sungguh solusi yang cerdas, aplikatif, komprehensif dan edukatif. Gerakan Nasional Donor Pohon sangat mengapresiasi solusi tersebut dan kami siap membantu masyarakat dan pemerintah daerah kabupaten Kediri dalam hal ini DLH kabupaten Kediri dalam upaya Memerdekakan Kediri dari Penjajahan Sampah.

Demi masa depan lingkungan Indonesia yang lebih baik.
MERDEKA!!!