“Begitu Indonesia sudah menjadi negara super liberal, maka, neo komunis memanfaatkan situasi dengan strategi menduduki parlemen. Generasi neo komunis sudah masuk di semua lini pusat kekuasaan.”

Oleh : Prihandoyo Kuswanto*

PERSOALAN yang dihadapi bangsa, akhir akhir ini, memang, menuju kehancuran sebuah negara. Ini kalau kita hanya berpangku tangan, tidak mau membangun kesadaran berbangsa dan bernegara.

Persoalan yang melilit bangsa sudah multi dimensi. Ini bakal menyeret Indonesia menuju ke jurang kehancuran. Maka, saatnya kesadaran kita sebagai bangsa dan Negara, bangun dari ‘tidur’, singsingkan lengan baju, bergerak untuk Indonesia.

Kehadiran KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) sudah tepat. Masalahnya, dari pintu mana, KAMI bisa menyelamatkan Indonesia yang sudah akut dengan persoalan, bahkan, ada yang yang bilang ruwet.., ruwet…., ruwet…. itulah persoalan bangsa Indonesia hari ini.

KAMI yang baru dideklarasikan 18 Agustus 2020, harus mampu melihat inti persoalan bangsa dan negara dengan cermat. Mengapa bangsa ini bisa menjadi runyam seperti ini. Tata kelolanya harus benar-benar dicermati. Yang jelas, kita telah mengkhianati perjanjian luhur bangsa, lalu menyerahkan ‘kompas’ kehidupan kepada asing

Dimulai dengan amandemen UUD 1945. Dari sinilah proses kehancuran itu dimulai. Lalu intervensi zionis Amerika melalui National Democratic Institution (NDI) untuk mengacak-acak konstitusi UUD 1945.

Sebetulnya, jauh sebelum mengamandemen UUD 1945, zionis telah lama ingin menghancurkan Pancasila, setidaknya sejak pidato Bung Karno di PBB 30 September1959  di Gedung PBB, New York, Amerika Serikat.

Saat itu,  terjadi peristiwa penting yang bukan saja dialami oleh Indonesia, tetapi juga oleh dunia. Pada hari itu, Presiden pertama Indonesia Ir Sukarno berkesempatan menyampaikan gagasan di depan para pemimpin-pemimpin negara di PBB.

Pidato berjudul To Buid The World A New (Membangun Dunia Kembali) itu menguraikan Pancasila sebagai dasar Negara. Pancasila tidak ikut liberalis, kapitalis, block barat atau komunis block Timur. Sikap (Indonesia) non block — tidak ikut block barat liberal kapitalis atau block Timur Komunis — dianggap ancaman zionis dan komunis, maka, Pancasila harus dihancurkan ditenggelamkan.

Dari sini, Pancasila menjadi target untuk dihancurkan. Maka, Amerika melalui  National Democratic Institution (NDI) di bawah Partai Demokrat Amerika Serikat telah menggelontorkan US$45 juta untuk mengawal amandemen konstitusi Indonesia UUD 1945 sejak 1999 hingga 2002.

Prof Dr Sofyan Efendi MPA (mantan Rektor UGM) mencatat 82,5% isi amendemen UUD 1945 mengandung muatan liberal. Ini membuat 61 UU yang merupakan produk hukum turunan konstitusi, menjadi sangat liberal. “Misalnya UU Investasi yang akhirnya dianulir oleh MK, karena UU itu memungkinkan investor asing menguasai sumber daya alam selama 195 tahun dengan kepemilikan modal maksimal bisa sampai 95%,” katanya.

Setelah Amerika sukses memporak-porandakan konstitusi yang didukung oleh agen-agen liberal kapitalis di dalam negeri (Indonesia), maka, sejak itu Indonesia semakin hari semakin terjebak dalam kubangan demokrasi liberal, nilai-nilai yang sudah menjadi konsensus berbangsa dan bernegara dihilangkan, maka semua kehidupan ini menjadi pertarungan.

Dampak lain, begitu Indonesia menjadi negara super liberal, maka, neo komunis memanfaatkan situasi dengan strategi menduduki parlemen. Generasi neo komunis ini sudah masuk di semua lini pusat kekuasaan. Hampir semua lembaga negara, bahkan DPR, sudah dipenuhi antek-antek neo komunis.

Jadi, kita tidak heran, jika sekarang Islam menjadi sasaran dengan jargon yang disebarkan. Intoleran, Radikal, Khilafah sebab musuh utama komunis adalah Islam. Sejarah telah membuktikan, di negeri ini pembantaian ulama, kiai, santri oleh PKI di Madiun dan berbagai daerah adalah bukti nyata.

Bukti paling baru, adalah RUU HIP dan RUU BPIP yang membangkitkan perlawanan umat Islam. Sebab sudah masuk pada pada ulu hati di mana Ketuhanan Yang Maha Esa diganti dengan Ketuhanan Yang Berkebudayaan. Modusnya menganti Pancasila18 Agustus1945 dengan melahirkan dulu Kepres No 24 tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila 1Juni. Ini strategi pengaburan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka.

Nah, setelah dilumat habis oleh zionis dengan memasukan liberalisme, kapitalisme, sekarang Neo Komunis China mulai menancapkan kukunya melalui hutang dan proyek-proyek strategis. Bahkan rumornya sudah memasukan tentara-nya dengan cara menyamar menjadi TKA. Rumor yang masuk akal, bukankah di China itu semua warga negara wajib Militer?

Hari ini, kewaspadaan kita semakin merosot, dan tidak punya lagi rasa nasionalis akibat konstitusi atau sistem negara sudah diamandemen, rusak parah, sehingga karakter kebangsaan kita, pupus.

Kini semakin jelas persoalan fundamental yang dihadapi bangsa ini: Persoalan dihancurkannya konsensus bapak pendiri bangsa, yang tertuang di dalam UUD 1945 asli bukan UUD1945 palsu sebagaimana digugat oleh saudara dokter Zulkifli S Ekomi.

KAMI dan berkumpulnya tokoh-tokoh yang ingin menyelamatkan Indonesia, harus membuat garis tegas terhadap agen-agen liberal kapitalis yang ikut membidani mengamandemen UUD1945. Mereka ini telah menjadi agen NDI. Jika ini tidak dilakukan, maka, omong kosong kita bisa menyelamatkan Indonesia.

Untuk itu, mumpung masih awal, perlu ada kesamaan dan ketegasan. Jangan sampai KAMI disusupi agen-agen NDI yang tetap memaksakan liberalisme, kapitalisme. Karena mereka bisa masuk dari arah mana pun. Yang jelas, mereka ini menolak mengembalikan Pancasila 18 Agustus 1945 dan UUD 1945 asli. (*)

*Prihandoyo Kuswanto adalah Ketua Rumah Pancasila

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry