Ilustrasi gedung KPK. (Ft/ istimewa)

JAKARTA | duta.co – Dr M Sholeh Basyari, Direktur Eksekutif CSIIS (Center for Strategic on Islamic and International Studies) yakin, pengusutan dugaan korupsi terkait kuota dana haji 2024 berjalan lancar.

“PBNU pasti membuka jalan lebar, leluasa bagi KPK untuk memburu koruptor terkait kuota dana haji 2024. PBNU tidak akan melindungi kader korup, siapa pun yang embat duit rakyat, tangkap!,” tegas Dr Sholeh kepada duta.co, Selasa (16/9/25).

Sebagaimana diunggah banyak media online, Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), juga sudah memastikan bahwa PBNU tidak terlibat dalam kasus dugaan korupsi kuota haji yang sedang diusut KPK. Bahkan Gus Ipul menegaskan PBNU mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi oleh Presiden Prabowo dan menghormati proses hukum yang ditempuh KPK.

“Nah, jika ada pengurus yang perlu dikorek keterangannya, tentu, PBNU menghormati. Diharapkan dengan keterangan yang ada, bisa memberikan penjelasan dengan baik. Tidak mungkin PBNU melindungi kader yang korup,” tembah Dr Sholeh juga yang dosen di sejumlah perguruan tinggi ini.

Dr M Sholeh Basyari. (FT/IST)

Dalam pandangan Sholeh, pengusutan dugaan korupsi terkait kuota dana haji 2024 ini, berjalan baik-baik saja. Cuma, karena terkait haji, maka, perhatian publik kian tajam. Sebagian persepsi memang menganggap KPK terjebak framing, tertapi umumnya upaya KPK ini dinilai wajar.

“Saya masih melihat KPK begitu hormat kepada PBNU. Buktinya KPK juga tidak ‘menyita’ apapun dan tidak meminta mengembalikan uang. Ini sedikit berbeda dengan penyitaan rumah dan uang staf Kemenag atau pun, permintaan pengembalian uang seperti pada Khalid Basalamah. Kerja KPK ini harus terbantukan demi penegakkan hukum,” lanjutnya.

Di samping itu, lanjut Sholeh, KPK juga tidak mem-bluffing PBNU dengan meminjam tangan data dari PPATK tentang aliran uang haji, termasuk yang terindikasi ke PBNU. “

Giliran PBNU yang mem-backup, kita harus bantu KPK, kalau perlu dengan cara mengantarkan oknum-oknum PBNU ke KPK. Perlu kita tunjukkan bahwa NU mendukung penuh KPK,” urainya.

Ia kemudian memberi contoh, pemeriksaan Saiful Bahri sebagai saksi KPK harus menjadi momen apik, bahwa PBNU transparan dan profesional. “Nahdliyin pasti mendukung penuh bersih-bersih korupsi. Karena ini biang keroknya, korupsi telah mengobrak-abrik tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. “Rakyat hidup susah karena korupsi merajalela,” pungkasnya. (mky)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry