Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kab. Lamongan. (FT/IST)

LAMONGAN | duta.co – Aplikasi Silacak seakan menjadi salah satu senjata utama bagi petugas Covid-19 saat melakukan upaya 3 T.

Aplikasi itu, nantinya mampu mendapatkan berbagai data terkait adanya warga yang sebelumnya telah memilki kontak erat dengan warga yang terpapar Covid-19.

Bahkan, pada kunjungan kerjanya kemarin di Makodim Lamongan, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, menegaskan, jika aplikasi itu harus bisa dikuasai oleh seluruh Babinsa yang berada di wilayah tugas Kodim Lamongan.

“Nah, aplikasi itu sekarang sudah mulai digunakan oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas dan pihak Puskesmas melakukan pelacakan kontak erat,” ujar Dandim Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono, Senin, (23/8/21).

Terbukti, Letkol Sidik mengungkapkan, jika aplikasi itu sangat efektif dalam upaya menekan penyebaran pandemi yang terjadi di Lamongan.

Bahkan, sebelumnya, personel Kodim Lamongan dibantu beberapa instansi terkait lainnya telah melakukan deteksi terhadap 15 warga Lamongan yang diketahui melakukan kontak erat dengan warga terkontaminasi Covid. “Setelah kita cek, alhamdulillah 15 warga itu negatif Covid,” jelas Letkol Sidik. (*)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry