Wahyu P. Kuswanda (berdiri), Ketua Dewan Juri Lomba Geoteknik Mahasiswa Tingkat Nasional Tahun 2020, sedang menjelaskan tata-cara penjurian kepada Panitia, Sabtu (24/10/2020). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co –  Babak final lomba Geoteknik Mahasiswa 2020 tingkat nasional akan digelar pada 28 – 31 Oktober 2020.

Lomba yang digelar mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan ini bertajuk Geotechnical Engineering Competition (GEC) itu bekerjasama dengan PT Teknindo Geosistem Unggul dan Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI).

Koordinator Bidang Lomba GEC, Cita Nanda Kusuma Negari mengatakan kegiatan GEC ini telah berlangsung selama enam tahun dan merupakan bagian dari kegiatan Civil Expo ITS 2020 yang telah menjadi kegiatan rutin tahunan Himpunan Mahasiswa Sipil ITS.

Dikatakannya, pada 2020 ini, peserta lomba berjumlah 69 tim yang berasal dari 28 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.”Setelah dilakukan babak penyisihan, tinggal menyisakan 10 tim yang dinyatakan berhak untuk melanjutkan ke babak final,” ujar  Cita yang saat ini duduk di semester VII Departemen Teknik Sipil ITS, Sabtu (24/10/2020).

Masih menurut Cita, 10 tim yang lolos sebagai finalis tersebut adalah satu tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, tiga tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB), satu tim dari Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung, dua tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, satu tim dari Universitas Jember (UNEJ) Jember dan dua tim dari Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang.

Kesepuluh tim finalis tersebut harus mengikuti kegiatan technical meeting dan matrikulasi pada  Rabu (18/10/2020), mengikuti penjelasan case study pada Kamis (29/10/2020), melakukan perancangan pekerjaan perbaikan tanah lunak (soft soil improvement) pada Kamis – Jumat (29/10/2020 – 30/10/2020). Mereka juga akan melakukan presentasi di hadapan lima anggota dewan juri dari Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) pada  Sabtu (31/10/2020), jelas Cita Nanda Kusuma Negari, Sabtu (24/10/2020).

“Dari 10 tim tersebut akan dipilih 3 tim terbaik yang akan diberikan trophy, piagam penghargaan serta hadiah masing-masing Rp 10.000.000 untuk Juara I, Rp. 7.500.000 untuk Juara II dan Rp 5.000.000,” ungkap Cita.

Sementara itu, Wahyu P. Kuswanda, Direktur PT Teknindo Geosistem Unggul yang telah enam kali berturut-turut bertindak selaku sponsor tunggal lomba ini mengatakan perusahaannya peduli dan bersedia sebagai sponsor lomba ini karena ingin turut-serta membangun sumberdaya manusia di bidang geoteknik untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia.

“Kami tidak ingin generasi penerus hanya memperoleh warisan bangunan fisik infrastruktur saja, namun juga harus mewarisi teknologi bagaimana infrastruktur itu dibangun”, kata Wahyu yang juga juri dalam lomba ini.

Pada lomba kali ini, Wahyu sangat optimis keinginannya bisa terwujud. Apalagi tim-tim yang lolos ke babak final berasal dari perguruan tinggi papan atas di Indonesia.

Selain diikuti oleh para mahasiswa dari perguruan tinggi papan atas di Indonesia, lomba ini bertambah lagi gengsinya karena didukung oleh Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI), asosiasi profesi jasa konstruksi tempat berhimpunnya para ahli teknik tanah (geoteknik) seluruh Indonesia.

“Dengan keterlibatan HATTI sebagai Dewan Juri menjadikan lomba ini sangat berbobot dan bergengsi”, kata Ifarrel Rachmanda Hariyanto, Koordinator Kompetisi GEC.

Sedangkan Fransisco Pascalino Adriana, Ketua Panitia Civil Expo ITS 2020, berharap agar HATTI tetap bersedia bekerjasama pada lomba yang sama di tahun-tahun mendatang.

Bak gayung bersambut, Prof Widjojo Adi Prakoso selaku Ketua Umum HATTI menyambut baik kerja sama dengan Panitia Civil Expo ITS 2020.

“Kami berharap kerja sama terkait lomba ini akan membuka dan memperluas wawasan para mahasiswa tentang apa itu bidang geoteknik dan apa itu profesi ahli geoteknik.  Kami juga berharap lomba ini juga meningkatkan sejumlah soft skill para mahasiswa yang akan menjadi bekal setelah lulus dari Perguruan Tinggi mereka masing-masing,” jelasnya.

Guru Besar Geoteknik Fakultas Teknik Universitas Indonesia ini juga mengatakan pihaknya melalui bidang anggota muda dan mahasiswa, HATTI yang juga bagian dari Young Member Presidential Group, International Society for Soil Mechanics and Geotechnical Engineering (ISSMGE) berharap para mahasiswa ini akan menjadi generasi penerus dari ahli geoteknik di Indonesia dan juga tentu generasi penerus dari kepengurusan HATTI.  end/ril

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry