SURABAYA | duta.co – Menarik! Setelah Jokowi membuka lahan Hak Guna Usaha (HGU) Prabowo dalam debat kedua, sejumlah komentar muncul ke permukaan. Dari sini bisa dilihat siapa sesungguhnya yang pro rakyat.

Diawali Wapres HM Jusuf Kalla (JK), yang menegaskan bahwa penguasaan ratusan ribu hektar lahan oleh Prabowo itu, sah. Bahkan dia dinilai menyelamatkan asset (tanah) Indonesia dari caplokan pengusaha asing.

“Saat itu tanah tersebut diminati pengusaha dari Singapura, lalu Prabowo masuk. JK kemudian meminta Agus Marto, yang sedang menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri, agar lebih memprioritaskan warga negara Indonesia. Prabowo bayar tunai sebesar US$ 150 juta,” kata JK.

Cukup? Belum, para pendukung Jokowi seperti Denny Siregar ‘keplok’ (tepuk tangan). Dia membuat tulisan dengan judul ‘Perang Gila Jokowi Kembalikan Lahan Konsesi’. Denny kemudian menurunkan omongan Jokowi: “Kalau ada konsesi besar yang ingin dikembalikan ke negara, saya tunggu sekarang….”.

Menurut Denny, begitu tegas Jokowi di hadapan ribuan pendukungnya di Sentul malam itu. Dan pendukung Jokowi pun bersorak sorai menyambut perkataannya.

“Jokowi memang benar-benar “gila”. Dari tubuh kerempeng yang dulu tidak diperhitungkan ini, ternyata ada auman singa yang menggetarkan banyak kalangan elit Indonesia yang berjumlah 1 persen dari total jumlah penduduk, tetapi menguasai mayoritas tanah Negara,” demikian Denny.

Di luar dugaan, Prabowo menegaskan bahwa dirinya ikhlas lahan tersebut dikembalikan ke negara, jika memang negara membutuhkan. Masalahnya, penyerahan lahan harus dibarengi dengan paying hukum. Dari ini, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah langsung menantang Jokowi maju.

“Ayo Pak Jokowi, Ambil Ballpoint Teken Sekarang Juga Perpu Pengembalian HGU. Bila perlu tulis tangan aja kalau gak ada tukang ketik. Simpel pak, berani ya? #PerpuHGU,” ujar Fahri seperti dikutip CnnIndonesia, melalui akun Twitter pribadinya @Fahrihamzah, Senin (25/2).

Menurut Fahri, Prabowo sudah siap mengembalikan lahan HGU miliknya dan itu merupakan momen yang tepat bagi Jokowi untuk menerbitkan Perppu pengembalian lahan HGU, sekaligus buktikan bahwa dia presiden pro rakyat.

Fahri menuturkan penandatanganan Perppu tersebut sebagai bukti bahwa Jokowi memahami arti dari reforma agraria. Ia berkata turunan atas kebijakan reforma agraria adalah pengembalian lahan.

Sementara terkait dengan pembagian sertifikat lahan yang dilakukan Jokowi, kata dia, bukan bagian dari reforma agraria. Pembagian sertifikat lahan, lanjutnya, merupakan tugas administrasi yang seharusnya dikerjakan Lurah.

“Nah, pak @prabowo sudah bersedia. Maka perlu payung hukum agar berlaku bagi semua. Mumpung pak prabowo ok, segeralah pak @jokowi teken #Perpu HGU malam ini lah paling telat, besok pagi diumumkan. Ayo pak,” ujarnya.

Lebih lanjut, pendiri Garbi ini meminta Jokowi tak banyak bicara soal kepemilikan lahan jika tak berani membuat Perppu HGU. Ia menilai penerbitan Perppu HGU merupakan bukti konkret atas janji Jokowi melakukan reforma agraria.

“Kalau ternyata pak @jokowi gak berani terima tawaran lanjutan pak @prabowo, maka gak usah banyak bicara. Ini tipu yang sama dengan kasus pasca gempa. Janjinya minta ampun ternyata bohong. Rakyat bengong. #PerpuHGU #ReformaAgraria,” ujar Fahri.

Suwandi Idris berkomentar: “Mantaf bang fahri,tapi saya berkeyakinan jokowi tdk akan berani,karena tujuannya hanya mendeskritkan dan menyudutkan bpk prabowo utk pencitraan dirinya, ayo buktikan omongan anda yg pernah anda ucapkan jokowi hanya takut pd Tuhan, mana buktinya rakyat ingin kongkritnya,” tulisnya.

Nah, jika Jokowi berani teken Perpu Pengembalian HGU, Denny Siregar baru bisa bicara: Jokowi Benar-benar “Gila”. (net)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.