(FT/nu.or.id)

BANTEN | duta.co –  Kotak Infaq (Koin) NU berukuran raksasa, berukuran 99x99x99 centimeter diberangkatkan dari Kecamatan Tanara, Serang, Banten menuju Banyuwangi. Pemberangkatan ditandai dengan pemasukan sejumlah uang oleh Rais Am PBNU KH Ma’ruf Amin ke dalam Koin tersebut di halaman rumahnya yang berada di kompleks Pesantren Annawawi, Serang, Banten, Rabu (14/3).

Sebelum memasukkan sejumlah uang ke kotak besar itu, Kiai Ma’ruf  memanggil Menteri Desa Eko Putro Sandjoyo untuk turut serta. Terlihat beberapa orang ikut memasukkan sejumlah uang, seperti Wakil Rais Am KH Miftahul Akhyar, Rais Syuriah Masykuri Abdillah, Katib Syuriah Asrorun Niam Sholeh.

Kirab yang akan berakhir di Banyuwangi itu, melewati enam provinsi, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Rencananya, Koin akan melintas selama dua minggu di masing-masing provinsi.

“Semoga penuh sampai Banyuwangi,” harap Kiai Ma’ruf.

Usai memimpin doa, Kiai Miftah berseloroh, “Harus disiapkan kotak lagi ini.”

Dari Tanara, Koin raksasa diagendakan menuju Pandeglang. Pada peluncuran tersebut berhasil terkumpul dana lebih dari 13 juta rupiah.

Direktur NU Care-LAZISNU, Syamsul Huda mengatakan, Kirab Koin NU ukuran raksasa dilakukan bukan untuk memohon, menarik dana, atau mengamen.

“Bukan, sama sekali bukan itu. Tapi guna menyosialisasikan Gerakan Koin NU agar lebih melekat di hati umat guna pemberdayaan ekonomi Nahdliyin,” tegasnya.

Syamsul mengatakan perjalanan kotak infak memang tidak singkat, sebagaimana Gerakan Koin NU Peduli yang prosesnya juga tidak singkat untuk mencapai kesuksesan dan dikenal masyarakat terutama Nahdliyin.

“Pola penghimpunan dana dari warga untuk warga ini kami lihat berangkat dari Sukabumi dengan tradisi jimpitan, yang dipraktikkan oleh Almarhum Ajengan Abdul Basith (Buya Basith). Kemudian disempurnakan oleh PCNU Sragen yang diinisiasi oleh Kiai Ma’ruf Islamuddin lewat Gerakan Koin NU,” paparnya.

Dari Sukabumi dan Sragen, lanjut Syamsul, saat ini warga NU di berbagai daerah terus menggerakkan roda ekonomi Nahdliyin. Gerakan Koin NU, yang dimotori oleh NU Care-LAZISNU, dengan massif digalakkan oleh warga NU di Jombang, Banyumas, Kulonprogo, Tangerang Selatan, Surabaya, Kota Bandung, Semarang, Lampung, Nganjuk, Parepare.

Eksplorasi program Koin NU disesuaikan kondisi dan potensi daerah masing-masing.

Melalui Kirab Koin Raksasa, NU Care-LAZISNU hendak memantapkan dan menyosialisasikan Gerakan Koin NU Peduli secara lebih luas di berbagai daerah. Pola penghimpunan Koin NU menjadi pola utama NU Care-LAZISNU.

“Sementara pola pengelolaannya seperti BMT, yang juga sukses di berbagai daerah seperti BMT NU Jawa Timur dengan mengelola dana 1,2 triliun; BMT di Semarang 300 miliar; dan di Kecamatan Pasir Sakti Lampung Timur dengan pengelolaan 60 miliar,” ujarnya. (Syakirnf/Kendi Setiawan/nuo)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.