PLENO : Para staf serta Komisioner KPU dan Bawaslu berfoto bersama dengan Dhito – Dewi (Nanang .P Basuki/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Dalam Rapat Pleno Terbuka Pengundian Tata Letak Posisi KPU Kabupaten Kediri, pada Kamis (24/09) digelar di Hall Bukit Daun Hotel dimulai pukul 19.00wib. Akhirnya Pasangan Calon (Paslon) Hanindhito Himawan Pramana dan Dewi Mariya Ulfa mendapatkan letak berada di Kolom Kiri. Selanjutnya dalam kartu suara, alat peraga kampanye dan media sosialisasi akan terpasang pada ruang sebelah kiri.

Dipimpin Ninik Sunarmi selaku Ketua KPU, dihadiri Paslon Dhito – Dewi, Budi Sulistyono selaku Ketua Tim Pemenangan Dhito Dewi, Sai’datul Umah selaku Ketua Bawaslu, AKBP Miko Indrayana selaku Kapolres Kediri Kota beserta tamu undangan lainnya. Dalam rapat pleno ini telah ditetapkan Paslon Dhito – Dewi berada pada Kolom Kiri. Selain itu, juga digelar Pakta Integritas Bersama, dimana Paslon diminta menerapkan protokol kesehatan selama pelaksanaan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) hingga usai.

“Sesuai hasil pengundian dan penetapan Paslon Dhito – Dewi berada di Kolom Kiri. Selain itu, juga digelar Pakta Integritas Bersama terkait penerapan protokol kesehatan demi pencegahan dan pengendalian Covid-19 sesuai PKPU Nomor 10 Tahun 2020,” terang Anwar Ansori, Komisioner Divisi Tekhnis Penyelenggara KPU Kabupaten Kediri, dikonfirmasi usai acara.

Sementara pihak Bawaslu juga akan melakukan pengawasan atas penerapan protokol kesehatan ini selain memantau bila terjadi money politic selama tahapan Pilkada. “Kami akan mengawasi seluruh tahapan, dimana untuk penerapan protokol kesehatan kami dibantu tim gugus tugas, Polri, TNI, Satpol PP serta teman – teman dari KPU,” ucap Ketua Bawaslu Kabupaten Kediri.

Ada ucapan menarik disampaikan Dhito dalam sambutannya usai penetapan, bahwa dirinya bersama Dewi akan menerapkan politik santun. Kemudian bahwa Pilkada ini merupakan alat koreksi akan ada pihak yang berhasrat membesarkan diri atau berniat mengabdi.

“Karena hanya satu pasangan calon maka marilah dalam Pilkada ini kita hadapi dengan adem ayem, gotong royong dan tanpa perlu menyakiti pihak yang lain. Yang tetap dan akan terus saya lakukan melakukan konsultasi dan konsolidasi bersamapartai pendukung yang cukup banyak. Dalam sebuah kontestansi, biasanya ada orang yang mengkoreksi diri sendiri demi membesarkan diri atau untuk mengabdikan diri untuk bangsa,” ucap Dhito.

Terkait kotak kosong, Dhito tidak berkenan mengomentari namun ingin lebih fokus pada kesiapannya dalam Pilkada. “Bahwa kotak kosong itu sah – sah saja, namun masyarakat Kediri tahu siapa calon pemimpinnya, yang punya visi misi yag jelas. Kemudian kami telah menjalin komunikasi dengan Nahdlatul Ulama sangat baik baik di tingkat struktural maupun kultural,” jelasnya. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry