KAMPANYE: Maruli Hutagalung, Kepala Kejati Jatim saat membagikan kaos kampanye pemberantasan korupsi kepada salah satu pengguna jalan yang melintas di jalan Margorejo Surabaya. Henoch Kurniawan

SURABAYA | duta.co – Pemandangan berbeda tampak di traffic light Margorejo, Jumat (8/12/2017) pagi. Tak seperti biasanya, tampak sejumlah pejabat Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur turun ke jalan dan menyapa pengendara yang melintas di jalan tersebut. Mereka membagikan sejumlah kaos, stiker dan pin sebagai rangkaian peringatan Hari AntiKorupsi Sedunia.

Dipimpin langsung oleh Kepala Kejati Jatim, Maruli Hutagalung, mereka menyosialisasikan imbauan anti korupsi ke pengguna jalan di traffick light Margorejo Surabaya.

“Diharapkan masyarakat khususnya di Jawa Timur ini mengetahui bawa korupsi itu membuat bangsa dan negara akan akan terpuruk. Ya jadi semua lapisan mulai dari bawah sampai atas ya harus tahu peringatan Hari Anti Korupsi tanggal 9 Desember,” terang Maruli.

Kegiatan turun jalan ini serentak dilaksanakan juga dilaksanakan semua Kejaksaan di Indonesia.

Selain Kajati, ikut mendampingi juga Kasi Penyidikan, Kasi Penerangan Umum, Kasubag Protokol dan staf serta sejumlah staf Kejati Jatim. Di Surabaya ada 10 titik sosialisasi. Selain di jalan, bandara, terminal, stasiun kereta dan tempat wisata menjadi target sosialisasi.

“Ada yang di bandara, karena banyak pejabat yang di bandara, diharapkan bisa mencakup samua lapisan masyarakat,” tambahnya.

Maruli berpesan kepada masyarakat untuk bersama memberantas korupsi. Jika ada informasi soal korupsi masyarakat bisa melapor ke Kejati Jawa Timur dan Kejari se Jawa Timur.

“Untuk para koruptor bertobatlah supaya negara ini menjadi bagus. Seharusnya pembangunan ini sesuai Nawacita Presiden Republik Indonesia bapak Jokowi jadi tidak ada lagi bangsa kita akan menderita kesusahan. Karena (selama ini) uang negara dibikin bancakan khususnya dalam pembangunan di negara kita,” tukasnya.

Dirinya juga menegaskan tidak akan pandang bulu dalam menegakkan keadilan termasuk penanganan masalah korupsi.

Belakangan, tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim berhasil megungkap sejumlah kasus korupsi. Di antaranya P2SEM, kredit usaha pembibitan sapi di Pacitan, pengelolaan dana migas di Sumenep dan kasus korupsi lembaga penyalur dana bergulir di sejumlah daerah. eno

Tinggalkan Balasan