Korban kejahatan cyber, Akhmad Misbahkhul (Udin), saat menunjukan percakapan pesan meminta transfer uang di WhatsApp miliknya yang dibobol. (FT/LOETFI)

SIDOARJO | duta.co – Terkejut karena adanya konfirmasi pengiriman dan permintaan sejumlah uang, Akhmad Misbakhul A. SHI, Teknisi PLN warga Jatikalang RT 3 RW 2 Prambon, Sidoarjo, mengeluhkan atas pembobolan kejahatan cyber (hacking) akun WhatsApp miliknya pada Rabu (17/3/21) siang hingga Kamis dini hari.

Hal itu disampaikan kepada duta, Jumat (19/3/21). Awalnya, pada Rabu (17/3/21) pukul 13.00 WIB, Akhmad Misbakhul membuka aplikasi WhatsApp tiba-tiba blank. “Saya lupa ada tulisan apa, lalu saya restart WA (WhatsApp) sudah tidak bisa saya otak-atik sama beberapa teman. Banyak pesan WhasApp meminta ditranfer uang, mulai 200 ribu, 300 ribu, hingga 3juta kepada semua kontak yang ada di hp saya, baik di grup maupun tidak,” terangnya.

Secepatnya, Udin –sapaan akrabnya, menelepon semua keluarga dan teman-teman kantornya agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti modus penipuan.

“Akhirnya saya pulang lapor ke kepolisian (kepada) bapak intel polda, infonya hal itu sudah banyak kejadian. Kita disuruh waspada jangan mudah transfer ke seseorang yang identitas tidak jelas,” kata Udin.

isi percakapan WA Udin yang dibobol. (FT/LOETFI)

Dirinya juga melaporkan hal tersebut ke Telkomsel, agar segera melakukan pemblokiran di saat itu. “Jawabannya tidak bisa, soalnya beda perusahaan, bisanya hanya bisa blokir nunggu 10 jam dari pelaporan,” ketus Udin kecewa.

Selain itu, Udin mengaku pihak tak bertanggung jawab yang saat ini menguasai WhatsAppnya pun sudah menyebar pesan meminta transfer sejumlah uang.

“Karena si hacker canggih, dia sudah meng-kloning ke teman-teman dan sudah menyebar WA (pesan) tipu-tipu minta di transfer sejumlah uang ke grup WA saya dan rekan kerja,” imbuhnya.

Kepada teman, saudara dan rekan-rekannya, Udin berharap agar berhati-hati dengan kejahatan cyber yang mengatasnamakan akun pribadi. “Hacker sangatlah canggih. Kita harus selalu tanggap dan waspada apabila ada modus penipuan lewat WhatsApp atau akun medsos lainnya, telebih berhubungan dengan permintaan tranfer uang,” tutup Udin. (loe)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry