DINASTI : Pengurus DPC Gerindra Kabupaten saat melayani pendaftaran pasangan Mujahid dan Eko Ediono (Ahmad Mafruchi / duta.co)

KEDIRI | duta.co – Munculnya tiga nama yang menghangat di Kabupaten Kediri, dikabarkan hanyalah setting-an untuk popularitas demi sebuah polling dilakukan oleh salah satu lembaga survey tingkat nasional. Dikabarkan lembaga tersebut dibayari salah satu parpol, dengan harapan calon yang nanti diusungnya dalam Pilkada Serentak di Kabupaten Kediri telah dikenal masyarakat.

Menurut sumber duta.co minta dirahasiakan identitasnya, saat diskusi pada Rabu malam, menyampaikan bahwa telah dilakjukan polling oleh salah satu partai yang ingin kembali menguasai Kabupaten Kediri. Bahwa ada tiga calon kuat, sebut saja Wakil Bupati Masykuri, Kepala Kesbangpol Mujahid dan Hanindhito Himawan Pramana merupakan anak Sekretaris Kabinet RI Pramono Anung.

“Apakah ketiganya bukan bagian dari Dinasti Kediri? Justru dengan semakin sering dipublikasikan, justru menjadikan mereka semakin dikenal di masyarakat. Lalu sejalan dengan itu, dilakukan survey dan siapa yang memiliki poin tertinggi, itulah yang nanti akan mendapatkan rekomendasi,” jelas sumber duta.co

Lalu bagaimana dengan partai lain, bila ternyata partai yang dimaksud adalah PDI Perjuangan. “Seakan partai lain tidak diberi kesempatan untuk memunculkan calon, karena dua dari ketiga nama ini sengaja masuk ke sejumlah partai untuk mendaftar. Tentu saja partai yang didaftar juga berharap, ada calon terbaik yang akan diberangkatkan,” terangnya.

Namun, bila sejumlah pengurus partai ini cerdas segera memotong pergerakan ini dengan lebih berani membongkar anggaran di tubuh Pemerintah Kabupaten Kediri. “Seperti kutipan wakil rakyat akan memanggil Ketua TP3, kemudian membongkar anggaran sosialisasi dan publikasi yang jumlahnya sangat besar. Ini bisa menghambat pergerakan mereka, belum lagi penyerapan anggaran di satuan kerja selain Kominfo,” imbuhnya.

Seperti ditegaskan Sekretaris Komisi A, H. Masykur Lukman akan membongkar anggaran di Kesra dipergunakan untuk kegiatan salat malam. Karena ada temuan, sejumlah kades masih saja dimintai sumbangan. Kemudian dana publikasi pada Kominfo, ada indikasi pergerakan masif sejumlah media agar tidak menulis berita miring di tubuh pemerintahan.

“Jejak rekam digital-nya ada, bila kita jeli maka ketiga nama tersebut bisa jatuh dan tidak diterima di masyarakat,” urainya. Pernyataan tegas disampaikan Ketua Timsel DPC Gerindra Kabupaten Kediri, Abdul Rozaq yang secara tegas menyatakan jika partainya tidak akan memberikan rekomendasi kepada calon yang pernah berhubungan dengan Dinasti Kediri.

“Kami sebut Dinasti Kediri, karena selama empat periode untuk pasangan bupati dan wakil bupati, didominasi PDI Perjuangan. Keuntungan mereka memiliki cukup kuota untuk memberangkatkan sendiri calonnya, sementara kami masih sebatas komunikasi dengan partai lain. Namun besar harapan kami, yang kelak menjadikan Bupati Kediri bukan orang yang pernah dekat atau menjalin hubungan langsung dengan dinasti,” tegasnya. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry