JAKARTA | duta.co – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menerima kunjungan Kuasa Usaha Kedutaan Besar Australia, Allaster Cox di ruang kerjanya, Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4, Jakarta Rabu petang (09/05/2018).

Selain Kuasa Usaha Kedutaan Besar Australia, ikut hadir Asosiasi Institut Australia Indonesia, Greg Fealy, Giza Leyne dan Kepala Seksi Politik Boyd Whalan. Pertemuan tersebut membahas kerjasama pendidikan dan keagamaan dua negara yang selama ini sudah berjalan dengan baik.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Menag Lukman langsung menyapa dan mengaku mengenal Allaster Cox sudah sejak lama. “Ini teman lama saya,” ujar Menag saat menyambut rombongan.

Kepada Menag Lukman Hakim, Allaster Cox bercerita tentang program strategis dari pemerintah Australia dengan Indonesia yaitu Program Pertukaran Muslim (Muslim Exchange Program).

“Program Pertukaran Muslim ini untuk membangun dan memperkuat hubungan antara para pemimpin muda Muslim di Australia dan Indonesia, membekali mereka dengan pengalaman yang mengubah hidup,” kata Allaster Cox yang fasih berbahasa Indonesia.

Selain program pertukaran muslim, pemerintah Australia juga sudah merancang program pendidikan untuk lembaga pendidikan keagamaan di bawah Kementerian Agama, seperti program doktor dan guru madrasah untuk mengenyam ilmu di negeri Kanguru tersebut.

Allaster menambahkan, Muslim Australia berkunjung ke Jakarta, Yogyakarta dan Makassar untuk mendalami keragaman dan toleransi. Dalam program yang berlangsung selama dua pekan (5-17 Maret 2018), kelompok ini bertemu organisasi-organisasi Islam, para pemimpin komunitas, pesantren, akademisi, dan media. Program mereka mencakup kegiatan budaya dan antaragama seperti menghadiri ibadah salat Jumat di Masjid Istiqlal dan mengunjungi Candi Borobudur.

Sementara Muslim Indonesia berkunjung ke Melbourne, Sydney, dan Canberra untuk memperoleh pengalaman keragaman multikultural Australia. Mereka juga tertarik dengan gelaran Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI). Menurut Allaster, hanya di negara Indonesia di mana ulama perempuannya mendapat perhatian dari pemerintah.

Menag Lukman Hakim menyambut baik kerja sama antar dua negara Indonesia-Australia khususnya di bidang pendidikan dan keagamaan.

“Saat ini Kemenag memiliki 58 perguruan tinggi keagamaan yang terdiri dari STAIN, IAIN dan Universitas Islam Negeri. Tentunya kerja sama ini sangat penting. Kami sangat memerlukan program ini dalam mengambangkan wawasan dan menambah banyak pengalaman. Mudah-mudahan kedua belah pihak mendapat manfaat dari program ini, ” harap Menag.

Turut mendampingi Menag, Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Ahmad Gunaryo, Kasubdit Kelembagaan dan Kerja Sama Direktorat PTKI, Agus Sholeh, Kepala Biro HDI Mastuki dan Kabag TU Pimpinan Khoirul Huda. (kmg)

Tinggalkan Balasan