Pasukan Yonif Raider 500 Sikatan menunjukkan keahlian beladiri dan simulasi pembebasan tawanan dimana Walikota Surabaya diculik dan berhasil dibebaskan Tim Raider. (DUTA.CO/ANDI MULYA)

SURABAYA | duta.co – Komandan Batalyon Infanteri Raider 500/Sikatan telah diserahterimakan dari Letkol Inf Ruli Nuryanto ke Mayor Inf Sidik Wiyono. Serah terima dipimpin langsung Panglima Kodam V Brawijaya Mayjen TNI Kustanto Widyatmoko di Makodam, Selasa (26/9) pagi.

Pangdam V Brawijaya dalam amanatnya mengatakan, alih tugas dan jabatan yang dilaksanakan hari ini, merupakan bentuk mekanisme pembinaan personel di lingkungan Kodam V/Brawijaya sebagai salah satu upaya penyegaran kehidupan suatu organisasi yang dinamis dengan berorientasi pada kepentingan pembinaan satuan.

“Serah terima tugas, wewenang dan tanggung jawab jabatan Komandan Batalyon ini hendaknya dapat dipahami sebagai upaya dalam rangka untuk memelihara dan mengoptimalkan kinerja organisasi guna mendukung pencapaian tugas pokok TNI Angkatan Darat, khususnya Kodam V/Brawijaya,” tegas Pangdam.

Mayjen TNI Kustanto juga menjelaskan, Batalyon Infanteri Raider 500/ Sikatan merupakan satuan pemukul Kodam V/Brawijaya yang disiapkan untuk menghadapi setiap ancaman dan kontijensi yang timbul di berbagai wilayah NKRI khususnya wilayah Jawa Timur.

“Dengan bekal kualifikasi Raider dan Mobil Udara serta kemampuan anti teror yang telah dimiliki, maka saya tegaskan satuan ini harus dapat diandalkan untuk menghadapi berbagai tantangan tugas  yang dihadapi oleh Kodam maupun oleh TNI baik dalam skala lokal maupun nasional,” jelasnya.

Menurutnya, Yonif Raider 500/Sikatan merupakan salah satu satuan strategis yang pengendaliannya langsung di bawah Pangdam V/Brawijaya. Dari aspek kemampuan Yonif Raider 500/Sikatan memiliki kemampuan khusus dibandingkan dengan pasukan Infanteri biasa.

“Oleh karena itu saya perintahkan Danyonif  Raider 500/ Sikatan agar terus meningkatkan kemampuan dan menjaga kedisiplinan prajuritnya dalam setiap melaksanakan tugas, serta menjaga kewibawaan satuan,” pungkasnya.

Diketahui, setelah Sertijab Danyon 500 Raider dilaksanakan, disambung dengan atraksi kehebatan pasukan dengan memeragakan beladiri Yong Mon Do, Pencak Silat, olahraga Spartan.

Atraksi yang diperagakan terakhir adalah operasi pembebasan tawanan (Raid) di mana prajurit mensimulasikan pembebasan penculikan Walikota Surabaya. Atraksi makin seru di mana dentuman peluru dan granat asap yang membuat makin semangat para undangan yang hadir untuk menontonnya. (and)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.