SURABAYA duta.co – Manajemen Atlas Padel Surabaya melalui perwakilannya, Selviyani Dina, menyampaikan permohonan maaf kepada Ibu Felicia dan keluarga atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi terkait operasional lapangan padel.

Pihak manajemen menegaskan bahwa isu yang berkembang di ruang publik sejauh ini hanya berasal dari satu pihak dan tidak mencerminkan keluhan warga secara luas di sekitar area tersebut.

Selviyani menegaskan bahwa pihaknya sangat menghormati setiap masukan, namun perlu meluruskan bahwa komplain yang muncul bukanlah representasi dari keseluruhan warga sekitar, melainkan hanya berasal dari satu rumah yang berbatasan langsung dengan area lapangan.

“Bagi kami kenyamanan lingkungan tetap menjadi prioritas utama. Kami memahami adanya keluhan, dan saat ini kami sedang melakukan langkah-langkah konkret untuk memastikan aktivitas olahraga tetap berjalan tanpa mengganggu lingkungan sekitar,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen, manajemen Atlas Padel telah melakukan sejumlah langkah perbaikan, di antaranya pemasangan peredam suara secara bertahap di seluruh area lapangan. Saat ini, tahap bawah sudah rampung 100 persen dan pengerjaan dilanjutkan pada bagian atas untuk memastikan hasil yang lebih optimal dan berkelanjutan.
“Awalnya ditargetkan selesai pada 29 Mei, namun karena kondisi struktur dan luas area yang harus ditangani cukup besar, kami memilih untuk tidak terburu-buru. Kami ingin solusi ini benar-benar menjadi jangka panjang, bukan sekadar penanganan sementara,” tambahnya Kamis,(4/6/2026

Selain itu, langkah tegas juga diambil pada Lapangan 5 yang berbatasan langsung dengan rumah Ibu Felicia. Lapangan tersebut saat ini dinonaktifkan sementara hingga seluruh sistem peredam suara selesai terpasang sepenuhnya.

Manajemen juga melakukan penyesuaian jam operasional. Jika sebelumnya aktivitas berlangsung hingga pukul 22.00 WIB, kini dibatasi hingga pukul 21.00 WIB demi menjaga ketenangan warga pada malam hari.
“Kami juga telah bersurat kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya dan siap mengikuti seluruh proses uji kebisingan sesuai standar yang berlaku. Kami terbuka dan siap dievaluasi oleh pihak pemerintah,” jelasnya.

Dari sisi legalitas, pihak manajemen menegaskan bahwa seluruh perizinan operasional telah lengkap, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta ketentuan lain yang berlaku di Pemerintah Kota Surabaya.

Terkait komunikasi dengan pihak yang menyampaikan keberatan, Atlas Padel menyatakan tetap membuka ruang mediasi secara kekeluargaan.
“Kami menghormati jalur hukum yang ditempuh, namun jika masih memungkinkan, kami sangat terbuka untuk penyelesaian secara musyawarah agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” tutup Selviyani.

Dengan langkah-langkah tersebut, manajemen Atlas Padel berharap situasi dapat kembali kondusif dan aktivitas olahraga di Surabaya tetap dapat berkembang tanpa mengabaikan kenyamanan lingkungan sekitar.(gal)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry