“Mengusung semangat “Berbagi Karya, Menebar Bahagia”, kolaborasi lintas profesi ini menjadi wujud kepedulian sosial melalui pelayanan sederhana yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.”

JAKARTA | duta.co — Kepedulian terhadap sesama tidak selalu harus diwujudkan melalui bantuan dalam jumlah besar. Pelayanan sederhana yang menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat juga dapat menjadi bentuk nyata solidaritas sosial.

Semangat tersebut melandasi kegiatan bakti sosial potong rambut gratis yang diselenggarakan melalui kolaborasi Persatuan Musisi Sulawesi Utara Jabodetabek (PMSU Jabodetabek), KOPRABU Indonesia Law Firm, dan Irwan Team Hairdesign, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan bertema “Berbagi Karya, Menebar Bahagia” ini berlangsung di Kopi Jalan Roda D’Coopera, kawasan Kemayoran Street Food, Jakarta Pusat, mulai pukul 09.00 WIB. Koordinator Bakti Sosial sekaligus Bendahara Umum KOPRABU, Iin Tantina Febrina, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kepedulian sosial melalui kolaborasi berbagai komunitas dan profesi.

Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat tidak harus selalu diwujudkan melalui program berskala besar. Justru kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat langsung sekaligus memperkuat hubungan sosial. “Berbagi tidak harus menunggu kita memiliki sesuatu yang berlebih. Setiap orang mempunyai kemampuan dan keterampilan yang dapat digunakan untuk membantu sesama. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian sosial bisa dimulai dari hal-hal sederhana,” ujar Iin.

Ia menambahkan, kolaborasi antara komunitas musisi, organisasi yang bergerak di bidang hukum, dan tenaga profesional tata rambut menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang profesi bukanlah penghalang untuk membangun gerakan sosial bersama. “Musisi memiliki karya, praktisi hukum memiliki keahlian, dan penata rambut mempunyai keterampilan. Ketika semua potensi itu dipertemukan dalam semangat kemanusiaan, kita dapat menghadirkan kegiatan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Potong Rambut Gratis, Bangun Solidaritas Sosial

Dalam kegiatan tersebut, Irwan Team Hairdesign berperan sebagai mitra profesional yang memberikan pelayanan potong rambut secara gratis kepada masyarakat.

Sementara itu, PMSU Jabodetabek dan KOPRABU berkolaborasi dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan, mulai dari koordinasi, penyediaan fasilitas, hingga pelayanan peserta.

Masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan mendapatkan pelayanan melalui mekanisme pendaftaran dan antrean sesuai kapasitas tenaga profesional yang tersedia.

Iin menegaskan bahwa kegiatan ini tidak semata-mata bertujuan memberikan pelayanan potong rambut gratis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa setiap profesi memiliki tanggung jawab sosial.

“Kami ingin membangun budaya berbagi. Sebab, nilai sebuah profesi bukan hanya diukur dari keberhasilan memperoleh penghasilan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain,” ungkapnya.

Dorong Kolaborasi Lintas Komunitas

Lebih lanjut, Iin berharap kegiatan bakti sosial semacam ini dapat menjadi inspirasi bagi organisasi kemasyarakatan, komunitas profesi, maupun pelaku usaha untuk memperluas gerakan kepedulian sosial.

Menurutnya, kolaborasi merupakan salah satu kunci penting dalam menghadirkan kegiatan sosial yang berkelanjutan. Dengan menggabungkan sumber daya, keterampilan, dan jaringan yang dimiliki masing-masing pihak, kegiatan sederhana dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

“Tidak semua orang mampu membantu dengan uang, tetapi setiap orang pasti memiliki sesuatu yang bisa dibagikan. Ada yang menyumbangkan tenaga, keterampilan, waktu, atau pemikiran. Semuanya memiliki nilai ketika dilakukan dengan ketulusan,” tutur Iin.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan PMSU Jabodetabek dan Irwan Team Hairdesign yang bersama KOPRABU berkomitmen menghadirkan kegiatan sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Berbagi Karya, Menebar Bahagia

Melalui kegiatan ini, ketiga pihak berharap dapat membangun hubungan yang semakin erat antara komunitas, organisasi, pelaku profesi, dan masyarakat.

Semangat “Berbagi Karya, Menebar Bahagia” diharapkan tidak berhenti sebagai slogan kegiatan, melainkan berkembang menjadi gerakan kepedulian sosial yang dapat dilaksanakan secara berkesinambungan.

Menutup keterangannya, Iin menyampaikan pesan bahwa kepedulian sosial pada hakikatnya merupakan tanggung jawab bersama, tanpa memandang latar belakang profesi maupun kedudukan seseorang.

“Kebaikan tidak selalu lahir dari sesuatu yang besar. Terkadang, kebahagiaan seseorang justru hadir melalui perhatian kecil yang diberikan dengan hati yang tulus. Karena sejatinya, karya terbaik adalah karya yang menghadirkan manfaat bagi sesama,” pungkas Iin.(rls)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry