SURABAYA | duta.co – Menarik! Acara Stand Up Comedy besutan PKS  Jawa Timur, Bidang Seni dan Budaya, menarik kita simak. Amir Gunawan alias Wawan Saktiawan yang memandu jalannya Stand Up Comedy dalam rangka pra Rakerwil 2022 bertajuk ‘Transformasi dan Kolaborasi’, Sabtu 6 Maret.

Wawan memboyong lima komika, yang home base-nya di Malang. Menurutnya, Stand Up Comedy kali ini, benar-benar beda.  “Stand Up Comedy  itu aslinya dari luar negeri, tetapi, kali ini tampil dengan bohoso jowoan, memperhatikan kearifan lokal. Malang-an, Kediri-an, sehingga masyarakat Jawa Timur gampang paham,” katanya.

Lucu, Wawan mengawali acara ini dengan ummul quran. “Seperti biasa, setiap acara PKS, selalu kita awali dengan pembacaan ayat suci Alquran. Tetapi, kali ini, kita akan baca bersama-sama, agar acara ini berkah,” demikian Wawan dengan nada serius.

Hadirin tak kuasa menahan tawa.“Kayaknya ada yang aneh. Mungkin pertama kali acara Stand Up Comedy dibuka dengan bacaan Alfatihah.  Tetapi setidaknya, begini. Saya bisa mengajak penonton bayaran ini untuk membaca Alfaatihah. Mungkin bagi mereka, terakhir baca Fatihah itu, tahun lalu. Itupun pas salat Id. Sekarang, saya ajak mereka baca Fatihah. Alhamdulillah Anda masih hafal,“ jelasnya disambut tawa.

Irwan Setiawan, Ketua PKS Jawa Timur, mengawali sambutannya dengan parikan. “Mangan tape nang Bondowoso, delok ludruk nang Wonokromo. Ayo dulur podo dijogo, reno-reno seni lan budoyo,” katanya.

Ajak Santri

Menurut Irwan, Stand Up Comedy ini bergaya kekinian, modern, dan tidak melupakan kearifan lokal di Jatim. “Masalah yang mereka bahas adalah keresahan publik dan mereka bungkus dengan komedi. Kalau dalam bahasa ludruk, ngudoroso,” jelasnya.

PKS Jatim sendiri, punya harapan Stand Up Comedy model baru ini, bisa berjalan di berbagai daerah. Ini untuk mengajak kaum milenial tetap kritis dengan gaya modern, sopan, tanpa menafikan budaya lokal, ludrukan.

Misalnya, di Malang aka nada Malang Stand Up Comedy Academy atau Akademi Lawak Malang. begitu juga daerah lain. Bahkan ada wacana menggali yang lucu-lucu dari jagat pesantren.

“Santri tak kalah cerdas dalam urusan yang lucu-lucu. Bahkan dalam dunia santri, kisah lucu itu bisa membawa berkah,” jelas H Abdul Azis, Ketua Bidang Pembangunan Keumatan dan Dakwah, PKS Jatim. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry