Cak Anam (kanan) dan sejumlah tokoh masyarakat Menanggal memberikan dukungan penuh untuk melawan kedholiman. (FT/MKY)

SURABAYA | duta.co – Di luar dugaan, satu persatu warga Surabaya yang merasa menjadi korban kebijakan Walikota Surabaya Tri Rismaharini, mendatangi Graha ASTRANAWA. Mereka ingin bertemu dengan Cak Anam, panggilan akrabnya Drs H Choirul Anam pemilik ASTRANAWA yang merasa ‘dirampok’ oleh PKB melalui palu hakim.

“Saya ingin bertemu Pak Anam. Saya juga korban kebohongan Walikota. Ini orang pencitraan tok,” demikian salah seorang Ibu yang datang ke ASTRANAWA, di Jl Gayungsari Timur, Surabaya, Senin (11/11/2019) malam.

Sayang, Cak Anam baru saja pulang. Tetapi, siangnya, sejumlah orang yang mengaku korban ‘Surat Ijo’ juga mendatangi Cak Anam di ASTRANAWA. Mereka memberikan dukungan untuk melakukan jihad melawan mafioso hukum.

“Ya! Kalau tidak kita, siapa? Kalau tidak sekarang, kapan?” demikian Cak Anam kepada sejumlah tamu dengan menggunakan jargon yang sering digunakan Prabowo Subianto.

Menurut Cak Anam, korban mafioso hukum, korban birokrasi pencitraan seperti yang dilakukan Walikota Surabaya Risma, tidak akan efektif kalau berjalan sendiri-sendiri. Karena di belakang mereka itu mafioso hukum. Ada kekuatan uang, begitu juga di belakangan pejabat pencitraan.

“Politik Risma itu gaya sindikat, pencitraan. Dia dipoles sedemikian rupa supaya kelihatan baik.  Penghargaannya sundul langit. Apalagi dari luar negeri, setumpuk. Tetapi, dia tidak akan mendengar rakyatnya teraniaya dan dianiaya. Dua tahun sarat saya tidak dijawab. Kini saatnya Arek Suroboyo bangkit melawan mafioso hukum. Kota pahlawan ini harus bersih dari birokrasi ngapusi, birokrasi pencitraan,” tegas Cak Anam.

Soal Risma, bagi Cak Anam, sudah kelewatan. Dia bukan sekedar tidak mau menjawab suratnya yang begitu penting tentang kepemilikan ASTRANAWA. Lebih dari itu, Risma juga melarang anak buahnya menjawab suratnya. Padahal ini adalah hak yang dijamin undang-undang sebagai warga negara.

Maka, kepada para korban kebijakan Walikota Surabaya, Cak Anam menyarankan untuk konsolidasi. Dia yakin masih ada pejabat waras di negeri ini. “Silakan, kalau ingin konsolidasi di ASTRANAWA. Monggo! Gedung Bintang Sembilan ini sengaja disiapkan untuk membela rakyat yang tertindas,” jelasnya. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry