Tampak Kapolres Kediri AKBP Erick Hermawan saat acara Safari Ramadan Polda Jatim (Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co — Pernyataan tegas disampaikan Kapolres Kediri, AKBP Erick Hermawan SIK atas kasus pembunuhan terhadap Binti Nafi’ah (38) anggota Ranting Fatayat NU Ranting Desa Canggu, warga Jl. Angsa RT.02 RW.02 Desa Canggu Kecamatan Badas Kabupaten Kediri, Sabtu dini hari sekira pukul 03.00 Wib.

Atas kejadian di atas, diterangkan Kapolres, bahwa pihaknya telah bekerja keras dan saat ini pihak Satreskrim telah mengurus proses administrasi untuk segera memulangkan dan menyerahkan jenasah kepada anggota keluarga untuk segera dimakamkan.

“Serahkan masalah ini kepada kami, informasi yang kami dapat dokter spesialis di RS Bhayangkara sedang pendidikan di Jepang, polisi akan segera tuntaskan,” terang AKBP Erick Hermawan.

Hingga Sabtu sore jenasah tak kunjung dipulangkan dan terdapat kabar bahwa para dokter sedang cuti hingga Senin besok. Ini sempat memancing emosi di kalangan pengurus Ansor dan anggota Banser di Kabupaten Kediri.

“Memang ada informasi, jika jenasah tidak dibawa pulang malam ini, kawan–kawan Banser akan mendatangi rumah sakit untuk jemput paksa,” jelas Ketua GP Ansor Kabupaten Kediri, Munasir Huda.

Untuk itu, pihaknya meminta jajaran Kepolisian bekerja ekstra dan segera mengungkap kasus ini. Dijelaskan Abdul Kholik (43), suami korban saat kejadian, istrinya tengah tertidur di dalam kios. Di mana kios tersebut berada dalam satu bangunan rumah, tepatnya di bagian depan sebelah kanan ruang tamu.

Tiba-tiba ada seorang pria masuk ke kios dengan membawa palu. Pelaku diduga langsung memukulkan palu tepat mengenai punggung korban hingga terkapar. Anak korban SM, yang masih kelas dua Madrasah Ibtidaiyah (MI) mengetahui betul peristiwa tersebut.

“Saya pas kebetulan ada acara di Surabaya bersama anak saya yang pertama, waktu kejadian. Mengetahui kejadian tersebut anak saya kedua langsung diancam oleh pelaku, dia disuruh tidur. Tetapi anak saya pura pura tidur dan melihat pelaku,” ujar Abdul Kholik di rumahnya.

Setelah menghabisi korban, pelaku sempat mengambil beberapa barang dagangan. Diantaranya adalah rokok. Setelah itu, pelaku kabur melalui jalan semula, di belakang rumah korban.

Usai pelaku pergi, SM menghampiri ibunya. SM menyangka sang ibu masih hidup. SM berusaha membangunkan. Tetapi korban ternyata sudah meninggal dunia, mulut dan hidungnya mengeluarkan darah.

SM berlari menuju ke rumah pamannya yang berada di belakang rumahnya. Dia langsung memberitahu bahwa ibunya meninggal dunia dibunuh oleh seorang pencuri. Kejadian ini pun langsung dilaporkan ke Polsek Pare.

Anggota polisi yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan olah TKP. Petugas menemukan sebuah dompet di halaman belakang rumah korban, diduga barang tersebut milik korban yang dibawa pelaku.

Selanjutnya jenasah dibawa ke RS. Polda Bhayangkara Kediri untuk dilakukan otopsi. Hingga berita ini diturunkan, jenasah masih berada di ruang jenasah untuk proses penyelesaian urusan administrasi. Ini juga menjadi pertanyaan warga.

“Urusan administrasi sedang diurus oleh Kasat Reskrim, segera jenasah kami pulangkan setelah semua urusan selesai. Yang jelas kami akan ungkap kasus ini dan mohon bantuan serta dukungan semua pihak atas kasus ini, agar tidak terjadi provokasi,” terang Kapolres Kediri. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.