Asrilia Kurniati dicium oleh salah satu anak yatim usai diberi paket kebutuhan sekolah di kawasan Simogunung Baru Jaya Surabaya, Jumat (5/4) petang. DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Hidayah Allah SWT bisa datang pada siapa saja. Dan hidayah itu datang dengan cara yang berbeda dan tak diduga-duga. Begitu pun yang dialami Asrilia Kurniati.

Calon legislatif (Caleg) untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur dari Partai Gerindra itu mendapatkan hidayah justru ketika sang bunda, Hj Nurita tiga hari koma di rumah sakit.

Hal itu diungkapkan pengusaha muda itu di hadapan para ibu di kampung Simogunung Baru Jaya Surabaya, Jumat (5/4) petang.

Asrilia bercerita untuk menjawab keingintahuan para ibu saat istri politisi Bambang Harjo Soekartono itu datang mengenakan hijab sementara foto di baleho yang terpajang rambutnya masih dibiarkan terusai panjang.

“Kalau ibu-ibu di sini heran, mengapa saya sekarang berhijab di foto tidak, bukan karena saya mau hadir di sini lo saya pakai hijab. Ini karena hidayah dari Allah SWT. Semua karena kehendaknya,” ujar Asrilia.

Penampilan baru Asrilia itu belum lama. Apalagi sang bunda juga belum 40 hari meninggal.

“Semua karena saya melihat sendiri ibu saya koma di rumah sakit. Saya jadi termenung, saya ini siapa. Saya kecil di hadapan Allah. Akhirnya tanpa pikir panjang saya memutuskan menggunakan (hijab,red),” jelasnya.

Asrilia mengaku begitu kehilangan sang bunda. Baginya Hj. Nurita segala-galanya. Karena itu, dia pun bertekat melanjutkan semua keinginan sang bunda, terutama membesarkan usaha Rumah Sulam Hj Nurita.

Untuk membesarkan usaha itu, Asrilia mengajak ibu-ibu yang ada di kampung Simogunung Baru Jaya itu untuk menjadi mitranya. Asrilia tak segan akan memberikan pelatihan bagi para ibu yang berminat. Setelah bisa maka akan dijadikan mitra.

“Ada dua pilihan pelatihan bagi ibu-ibu, yaitu sulam atau memasak, yang berminat silakan ikut saya,” katanya.

Karenanya setiap kali berkampanye di kampung-kampung wilayah Dapil Jawa Timur I, dua alternatif pelatihan bagi ibu-ibu tersebut selalu ditawarkannya.

“Saya bagikan nomor ponsel, sehingga ibu-ibu yang berminat bisa menghubungi saya,” tandasnya.

Asrilia menyatakan kunjungannya ke kampung-kampung selama masa kampanye sejak sekitar tujuh bulan yang lalu tidak semata bertujuan untuk pencalegannya.  “Saya tidak terpilih gak masalah,” ujarnya.

Bagi Asrilia, yang jauh lebih penting dari kunjungannya ke kampung-kampung di wilayah Dapil Jawa Timur I selama masa kampanye adalah beraktivitas sosial.

Sekaligus menjalankan program membuka lapangan pekerjaan seluasluasnya, seperti yang ditekankan oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang juga Calon Presiden RI nomor urut 02.

“Ibu-ibu ini kalau ikut pelatihan menyulam atau memasak, nanti bisa membuka usaha sendiri di rumahnya. Sebulan minimal bisa menghasilkan Rp500 ribu kan lumayan,” ucapnya. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.