
JOMBANG | duta.co – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang mulai menata ulang aset jamiyah. Melalui Badan Aset, PCNU menggerakkan pendataan aset NU secara menyeluruh, dari tingkat cabang, MWC, ranting, hingga lembaga dan badan otonom (Banom).
“Pendataan ini penting agar aset NU terdokumentasi rapi, tidak hilang, dan bisa dimanfaatkan maksimal untuk kepentingan umat,” tegas H. Basyaroddin, Ketua Badan Aset NU Jombang, dalam kegiatan Sosialisasi Pendataan Aset di MAN X Jombang, Minggu (29/6).
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari seluruh MWC dan ranting se-Kabupaten Jombang. Salah satu temuan mencengangkan datang dari MWC Ngoro, di mana aset salah satu ranting NU tercatat mencapai Rp12 miliar. Aset tersebut meliputi tanah wakaf, bangunan ibadah, lembaga pendidikan, rekening keuangan, hingga inventaris kantor.
“Jika diuangkan semua, totalnya bisa tembus Rp13 miliar,” ungkap Yusuf Muaddin, anggota Badan Aset NU Jombang.
Menurut H. Basyaroddin, program ini bukan sekadar administrasi, tapi bagian dari strategi menyelamatkan aset jamiyah sekaligus memperkuat kelembagaan NU.
“NU harus tidak hanya besar dari sisi jamaah, tapi juga kuat kelembagaannya dan tertib secara administratif,” tegasnya.
Program pendataan ini diharapkan menjadi awal penataan menyeluruh aset NU agar manfaatnya nyata dirasakan warga nahdliyyin dan umat Islam secara luas. (din)