Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Waka Mabida) Emil Elestianto Dardak didampingi Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur Arum Sabil saat Musyawarah Daerah (Musda) Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur 2025 di Surabaya, Selasa (9/12). Ridho/Duta

SURABAYA | duta.co – Musyawarah Daerah (Musda) Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur 2025 resmi dibuka di Surabaya, Selasa (9/12). Agenda utama forum yang berlangsung hingga 11 Desember itu adalah pemilihan Ketua Kwarda periode 2025–2030. Petahana, Muhammad Arum Sabil, kembali menguat sebagai kandidat tunggal.

Arum menyebut dukungan terhadap dirinya sangat solid. Dari total 38 Kwartir Cabang (Kwarcab), 32 di antaranya telah menyampaikan rekomendasi resmi. Jumlah itu jauh melampaui persyaratan minimal dukungan sebesar 30 persen atau 12 Kwarcab sesuai AD/ART Gerakan Pramuka.

“Saat ini saya sendiri dari 38 kwarcab itu sudah 32 rekomendasi yang diberikan kepada saya,” ujar Arum usai pembukaan Musda di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya.

Dengan dukungan tersebut, peluang pemilihan melalui mekanisme musyawarah mufakat atau aklamasi dinilai sangat besar. Namun Arum menegaskan tetap menyerahkan sepenuhnya kepada dinamika forum. “Kalau teman-teman sepakat musyawarah mufakat, ya mari. Semua demi kebaikan Pramuka Jatim,” katanya.

Arum juga memaparkan fokus program jika kembali dipercaya memimpin. Ia menilai Pramuka harus hadir menjawab tantangan zaman dengan menyiapkan generasi muda yang memiliki keterampilan sesuai potensinya.

“Kalau hanya pandai akademik tapi tidak punya skill, maka akan sulit di kehidupan bermasyarakat. Karena itu kegiatan Pramuka harus betul-betul menyentuh apa yang menjadi passion adik-adik,” tegasnya. “Jika mereka ahli otomotif, kita dorong. Kalau unggul di elektronik, kita dukung. Dunia hari ini menuntut kemampuan yang nyata dan relevan.”

Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur Arum Sabil berpelulang terpilih aklamasi saat Musyawarah Daerah (Musda) Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur 2025 di Surabaya, Selasa (9/12). Ridho/Duta

Menurut Arum, pembaruan harus dimulai dari para pembina agar metode pendampingan tidak terjebak pola lama. “Pembina harus bisa menyampaikan sesuatu dengan gaya yang segar. Anak-anak sekarang punya cara berekspresi sendiri, dan kita harus masuk melalui digital, seni, dan budaya,” ucapnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak sekalu Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Waka Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Timur, yang hadir mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi capaian Kwarda Jatim di bawah kepemimpinan Arum.

Ia menyebut Pramuka Jatim selama lima tahun terakhir tampil aktif dalam program sosial dan lingkungan, serta berhasil bersinergi dengan Pemprov.

“Saya menilai kinerja Kwarda Pramuka Jatim sangat baik. Banyak inisiatif justru datang dari Pramuka untuk disinergikan dengan pemerintah daerah,” kata Emil. “Mulai gerakan menanam mangrove, penanganan bencana, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan, semuanya terorganisir dan terasa manfaatnya.”

Emil juga menangkap kuatnya dukungan peserta Musda terhadap Arum. “Semangat musyawarah mufakat sangat terasa. Tapi tentu semuanya kami serahkan kepada peserta Musda,” ujarnya.

“Yang jelas, ekspektasi Ibu Gubernur selama ini dijawab dengan baik oleh Pramuka Jatim.” ungkap Emil.

Musda ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

“Tujuannya satu, Pramuka harus tetap menjadi mitra strategis bangsa dalam membangun pemuda yang siap menghadapi masa depan,” kata Emil. (Rid)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry