AROGAN : Kepala SMAN 2 Kota Kediri, Roziq .SPd .Msi saat pembagian rapor (ft/Nanang Priyo) 

KEDIRI |duta.co -Dunia pendidikan di Kota Kediri seperti tercoreng. Disaat para wali murid ingin mengetahui prestasi anaknya setelah menempuh pendidikan akhir semester, justru mendapat ancaman dari kepala sekolah. Penyebabnya sepele, hanya dikarenakan menanyakan transparansi penggunaan anggaran pembangunan.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

“Bila bapak menolak membayar, saya beri tempo agar anak bapak dipindah saja,” kata Kepala SMA Negeri 2 Kota Kediri, Roziq .SPd .Msi dihadapan wali murid Kelas X saat acara pembagian rapor. Pernyataan ini pun sempat membuat sejumlah wali murid ketakutan dan tidak ingin anaknya dipindah bila tidak segera membayar iuran dikabarkan mencapat Rp. 1 Juta.

Namun sayangnya hingga berita ini diturunkan, pihak SMAN 2 Kota Kediri belum memberikan pernyataan apapun. Saat didatangi di sekolah, melalui Kepala Tata Usaha, Kiswo didapat keterangan, jika kepala sekolah sedang bertatap muka dengan wali murid Kelas XII.

“Pertemuannya baru saja mulai, selesainya tidak sampai jam 3 sore,” terangnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Namun baru beberapa menit keluar halaman, ternyata acara pertemuan dengan pihak Wali Murid Kelas XII telah selesai, meski demikian pihak sekolah belum memberikan keterangan.

“Memang KS nya pindahan dari SMAN 1 Pare arogan dan memberi batas waktu. Padahal saat pembangunan musala, tidak ada penjelasan berapa habisnya anggaran, sekarang mau rencana bangun lahan parkir,” jelas salah satu wali murid Kelas XII saat ditemui di halaman sekolah.

Atas kejadian ini, Staf UPTD Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur di Kediri, Sidik saat dikonfirmasi akan menindaklanjuti atas pengaduan dari wali murid ini. “Kami akan tindaklanjuti, nanti segera kami kabari,” terangnya. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.