Apresiasi Untuk Dua Pejuang Relawan Kesehatan Kediri Tiada di Masa Pandemi

15

Tanpa terasa dua belas hari telah berlalu seiring kepergian sosok relawan perempuan bernama asli Titik Sumaryanti akrab disapa Tia Amel. Pada tepat 28 Oktober seiring peringatan Hari Sumpah Pemuda. Meski berpenampilan tomboy, namun tak diragukan lagi kepeduliannya terhadap warga kurang mampu dan kurang beruntung. Masih di masa pandemi pula, warga Kediri juga harus kehilangan sosok Daniel Arisandi meninggal dikarenakan sakit pada Sabtu 2 Mei lalu. 

Penulis : Nanang P. Basuki
Wartawan Duta Masyarakat

Seperti halnya Daniel, menjelang dipanggil yang maha kuasa, persoalan penyerobotan tanah hingga kinerja Tim Gugus Tugas Percepatan Penangganan (GTPP) Covid – 19 Kabupaten Kediri, menjadi perhatian khususnya. Pun Tia Amel, saat tengah malam awalnya memberikan pesan singkat. “Mas, penerima PKH dimintai uang 20 ribu sama ketua kelompok,” pesan singkat dikirimnya. Kemudian sebagai jurnalis, menjadikan penulis akhirnya mengorek keterangan dari almarhumah.

Sejumlah informasi pun disampaikan bukan hanya hasil investagasi ala Tia Amel meminta keterangan kepada korban yang ternyata tetangganya. Juga dia meminta penjelasan dari sejumlah pihak terkait. Investigasi pun berlanjut hingga sebenarnya tinggal butuh satu konfirmasi kepada ‘terduga’ untuk membenarkan potongan ini kepada para penerima PKH. Lalu tiba – tiba pada 28 Oktober muncul pesan menjelang Maghrib, “Mas, Mbak Tia Amel meninggal”.

Banyak kenangan dan inspirasi atas perjuangan mereka, baik almarhum Daniel maupun almarhumah Tia Amel. Rasa kepedulian, pekerja keras dan tidak memikirkan keselamatan dirinya. Saat para relawan kesehatan berkumpul, selain membahas isu yang saat ini sedang terjadi, selalu terselipkan nama kedua sosok ini yang mungkin pantas disebut pejuang kesehatan. Apalagi di masa pandemi yang belum diketahui akhirnya.

Lalu siapakah yang mengawasi kinerja tim gugus tugas untuk memutus mata rantai penyebaran Covid? Adakah pengganti mereka yang dengan lantang menyuarakan ketika permasalahan kesehatan ataupun hak yang dipotong oleh oknum pejabat pemerintah. Melihat jumlah pasien terkonfirmasi positif terus bertambah, sementara kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan kian memudar. Tentunya merupakan tantangan berat harusnya semua pihak mampu bergotong – royong bersama – sama berjuang melawan virus ini.

Selamat jalan sahabat
#salamsehat
#kediritangguh

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry