
JOMBANG | duta.co – Para pemuda Muhammadiyah Desa Godong, Kec. Gudo, Kab. Jombang tampak ceria. Pasalnya, budidaya melon menggunakan sistem greenhouse menunjukkan kesuksesannya dalam mengembangkan metode pertanian modern, dan pada panen ke-4 menghasilkan 1,5 ton melon.
Senyum bahagia ini semakin terlihat di wajah mereka karena panen kali ini mendapatkan dukungan penuh dengan kehadiran langsung Ketua Muhammadiyah Jombang, Dr. Ir. Abdul Malik, Ketua Fraksi Golkar DPRD Andik Basuki Rahmad. Dukungan juga datang dari Abah Warsubi Bupati Jombang berserta istrinya, Ny. Yuliati Nugrahani Warsubi, Ketua TP PKK.
Dalam sambutannya, Bupati Jombang Abah Warsubi, mengatakan sangat senang keberhasilan pemuda Muhammadiyah, karena budidaya ini sangat menginspirasi ketahanan pangan dan bisa dipasarkan ke supermarket.
Melihat keberhasilan generasi muda, Abah Warsubi, panggilan akrabnya, yang datang bersama istri juga menyampaikan kebahagian istrinya melihat keberhasilan Pemuda Muhammadiyah dalam mendukungan ketahanan pangan. Ia juga mengaku akan menanamkan modal.
“Istri saya senang melihat keberhasilan ini, tadi bisik-bisik mau nanamkan modal, berapa?” tanya Abah Warsubi kepada Istri yang kemudian disambut, “Insyaallah 100 juta,” sahut Istri Bupati, Ny. Yulianti, yang kemudian disambut tepuk tangan meriah dari peserta panen melon greenhouse.

Lebih lanjut, Abah Warsubi meminta Pemuda Muhammadiyah terus berinovasi dalam mengembangkan pertanian. “Karena negara kita adalah negara agraris,” ujar Abah Warsubi. Ia juga meminta para pemuda juga bergerak di sektor peternakan.
“Saya gembira pemuda Muhammadiyah membantu pemerintah. Dan ini bisa dikembangkan ke lainnya,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Muhammadiyah, Prof. Malik, mengatakan, keberhasilan para pemuda dalam menanam melon tidak lepas dari peran jemaah Muhammadiyah yang ikut bersama menanamkan modalnya.
“Ini semua modal dari jemaah, bukan milik ketua. Ada sekitar 28 jemaah yang terlibat dalam bisnis pertanian ini,” katanya.
Lebih lanjut, Prof. Malik menjelaskan, untuk greenhouse melon dalam waktu 70 hari bisa panen dan ditanam dengan luas tanah 30m x 60m, sekali panen bisa menghasilkan 1,5 ton. Dan dalam pengembangan berikutnya, pihak Muhammadiyah akan melakukan kerja sama dengan universitas ITS dan UMM.
“Selain MoU dengan kampus, kami juga mengudang para pemodal lainnya karena ini bisnis, untuk bersama-sama melakukan budidaya dan pemberdayaan,” pungkasnya. (din)





































