BPJS : Sosialisasi Rujukan Horizontal dihadiri FKTP se-Kota Kediri (istimewa / duta.co)

KEDIRI | duta.co – Dalam rangka meningkatkan fungsi FKTP sebagai gate keeper pada program Jaminan Kesehatan, BPJS Kesehatan KC Kediri menyelenggarakan Sosialisasi Rujukan Horizontal yang dihadiri oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) se-Kota Kediri (8/10).

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 01 Tahun 2012 tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan, rujukan horizontal merupakan rujukan antar pelayanan kesehatan dalam satu tingkatan.

Artinya, pasien yang berobat ke FKTP dapat dirujuk ke FKTP lainnya dengan mempertimbangkan akses dan ketersediaan layanan serta sarana-prasarana yang dibutuhkan.

Melalui paparannya, Kepala Bidang PMP BPJS Kesehatan KC Kediri Ike Teryastutik menyampaikan bahwa aplikasi rujukan yang digunakan oleh FKTP telah mengakomodir fitur rujukan horizontal. Melalui update terbaru ini, pihaknya berharap angka rujukan non spesialistik yang didasari kelengkapan sarana dan prasarana dapat ditekan.

“Per bulan Juni 2019, terdapat lebih dari 2 juta kasus rujukan non spesialistik dari FKTP ke FKRTL yang didasari kelengkapan sarana dan prasarana (angka nasional). Misalnya saja pasien A tidak dapat dilayani di FKTP atas keluhan adanya benda asing di telinganya karena tidak memiliki alat untuk mengambil,” terang Kepala Bidang PMP BPJS Kesehatan KC Kediri.

Layanan Rujukan Horizontal

BPJS : dr Jopie dan dr Tegar menerima penghargaan skor tertinggi ujian setelah sosialisasi (istimewa / duta.co)

“Kalau sebelumnya, peserta akan dirujuk ke poli THT yang ada di RS. Selanjutnya, kami berharap pasien tersebut bisa dirujuk ke FKTP lain yang memiliki alat dan kompetensi yang diperlukan. Update aplikasi yang kami maksudkan tadi sudah mengakomodir kebutuhan ini sekarang,” lanjut Ike.

Ike menambahkan, pelayanan rujukan horizontal pada layanan JKN-KIS dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan kesiapan FKTP. Pada tahap awal, rujukan horizontal akan diterapkan pada pelayanan Program Pemerintah dan pelayanan Non Kapitasi.

Adapun contoh layanan program pemerintah adalah penanganan Tuberkolosis (TB), HIV/AIDS, dan imunisasi rutin, sedangkan contoh tindakan non kapitasi diantaranya adalah pelayanan protesa gigi, persalinan normal, bahkan pelayanan KB suntik maupun IUD. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry