Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Guswanto. (DUTA.CO/DOK)

TRENGGALEK | duta.co — Pasca diresmikannya aplikasi Qlue Minggu kemarin, Pemkab Trenggalek bekerja sama dengan PT Performa Indonesia, menjelaskan bahwa segala aspirasi masyarakat Trenggalek bisa disalurkan melalui aplikasi tersebut. Maka, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Trenggalek menekankan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk merespons cepat berbagai permasalahan yang ada di daerah, khususnya melalui aplikasi Qlue.

“Kami selaku wakil rakyat di Kabupaten Trenggalek meminta, utamanya kepada OPD terkait untuk cepat dan tepat dalam merespons segala laporan masyarakat melalui aplikasi Qlue ini. Dengan respons yang cepat, dari masing-masing OPD, segala aduan, aspirasi, keluhan atau semacamnya bisa segera ditindaklanjuti,” terang Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Guswanto, Selasa (17/4/2018).

Menurutnya, Pemerintah Daerah melalui OPD terkait, dituntut untuk responsif kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi keluhan yang disampaikan.

Peluncuran aplikasi Qlue ini juga diharapkan benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, khususnya di Kabupaten Trenggalek. Jika sebelumnya, masyarakat merasa dipersulit dalam menyampaikan aspirasi dan keluhan yang dihadapi ke Pemerintah Daerah, namun melalui aplikasi Qlue ini, masyarakat bisa lebih mudah melakukan pengaduan. Aplikasi ini bisa didapatkan secara online dengan mengunduhnya di Play Store atau Google.

“Saya rasa aplikasi Qlue ini sangat memudahkan masyarakat dalam memberikan laporannya. Hanya saja yang perlu ditekankan adalah pihak penerima pengaduan atau dalam hal ini OPD terkait untuk segera merespons agar segera ditindaklanjuti. Jangan sampai OPD tidak cepat dan tanggap dalam menerima laporan masyarakat,” tegasnya.

Seperti diketahui selain aplikasi, Pemerintah Daerah juga memiliki pasukan Qlue yang siap membantu dengan berbasis aspirasi dari masyarakat. Wakil rakyat berharap melalui aplikasi Qlue ini masyarakat dapat menyampaikan laporan, ide, maupun gagasannya langsung melalui platform yang bisa tercover oleh Dinas yang membidangi.

Dengan begitu, membangun sistem melalui SDM dan aplikasi yang standar setidaknya bisa menjadi landasan untuk mengembangkan sistem teknologi elektronik guna menuju Smart City. (mil/ham)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.