
SIDOARJO | duta.co – Realisasi penerimaan APBN di Kabupaten Sidoarjo hingga akhir April 2025 mencapai Rp5.147,45 miliar. Hal tersebut disampaikan dalam rilis Kinerja Pelaksanaan Anggaran oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sidoarjo, Kamis (22/5/25).
Kepala KPPN Sidoarjo, Didi Prihadi Wibowo, melalui Kepala Seksi Manajemen Satker dan Kepatuhan Internal (MSKI), Anang Dwie Kurniawan, merinci bahwa penerimaan tersebut sebagian besar bersumber dari sektor perpajakan.
“Penerimaan perpajakan mencapai Rp5.004,70 miliar, terdiri dari Pajak Penghasilan Rp1.773,40 miliar, Pajak Pertambahan Nilai Rp616,31 miliar, Cukai Rp2.080,50 miliar, Pajak Lainnya Rp426,66 miliar, dan Pajak Perdagangan Internasional Rp107,83 miliar,” jelas Anang.

Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp142,76 miliar. Angka ini terdiri atas PNBP lainnya sebesar Rp117,35 miliar dari target Rp190,35 miliar (61,65%), serta pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp25,41 miliar dari target Rp54,34 miliar (46,75%).
Dari sisi belanja, hingga 30 April 2025 telah terealisasi Rp2.423,80 miliar. Belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.482,88 miliar atau 24,13% dari pagu, terdiri atas:
Belanja pegawai: Rp1.120,53 miliar dari pagu Rp3.615,01 miliar (31,00%)
Belanja barang: Rp158,43 miliar dari pagu Rp905,07 miliar (17,50%)
Belanja modal: Rp203,90 miliar dari pagu Rp1.626,51 miliar (12,54%)
Belanja sosial: Rp0,02 miliar dari pagu Rp0,05 miliar (47,39%)
Untuk belanja transfer ke daerah, realisasi mencapai Rp940,92 miliar atau 37,28% dari pagu. Rinciannya:
Dana Bagi Hasil: Rp55,41 miliar dari pagu Rp221,32 miliar (25,03%)
Dana Alokasi Umum: Rp501,11 miliar dari pagu Rp1.326,56 miliar (37,77%)
Dana Alokasi Khusus Nonfisik: Rp190,37 miliar dari pagu Rp591,97 miliar (32,16%)
Dana Desa: Rp194,03 miliar dari pagu Rp340,77 miliar (56,94%)
Dana Alokasi Khusus Fisik dan Dana Insentif Fiskal belum terealisasi dari pagu masing-masing Rp28,55 miliar dan Rp14,43 miliar.
Dengan realisasi tersebut, hingga akhir April 2025, APBN di Kabupaten Sidoarjo mencatat surplus sebesar Rp2.723,67 miliar. Namun demikian, KPPN Sidoarjo menekankan pentingnya akselerasi dalam penyerapan anggaran agar target Triwulan II dapat tercapai. (loe)





































