dr Adyan Donastin, SpP – Dosen Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran (FK)

MEMAKAI masker merupakan salah satu protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. Saat ini banyak beredar pilihan jenis masker yang dapat ditemui di kalangan masyarakat. Namun, sebelumnya masyarakat perlu memahami perbedaan jenis-jenis masker tersebut dan cara penggunaan masker yang benar.

Terdapat tiga jenis masker yang direkomendasikan kepada masyarakat, yakni maskes kain, masker bedah, dan masker N95. Jenis masker yang pertama adalah masker kain. Masker kain dapat dibuat dari berbagai jenis kain dan tersedia banyak jenis masker kain.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Masker kain dapat menghalangi sebagian percikan air liur yang keluar saat berbicara, menghela napas, ataupun batuk dan bersin. Masker kain harus dicuci setiap kali selesai memakainya. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan untuk menggunakan masker kain tiga lapis.

Masyarakat tidak disarankan menggunakan masker kain tipis seperti masker scuba dan buff karena saat masker tersebut ditarik pori-porinya akan terbuka lebar. Masker kain dapat digunakan selama maksimal tiga jam dan setelah itu diganti dengan masker yang bersih.

Jenis masker yang kedua adalah masker bedah. Masker bedah atau surgical mask merupakan jenis masker sekali pakai yang umum digunakan. Masker ini dapat digunakan untuk mencegah penyebaran virus Corona karena memiliki lapisan yang mampu menghalau percikan air liur.

Kebanyakan masker bedah terdiri dari tiga lapisan yang memiliki fungsi berbeda, yaitu lapisan luar (sebagai anti air), lapisan tengah (sebagai filter kuman), dan lapisan dalam (untuk menyerap cairan yang keluar dari mulut). Apabila sedang sakit, lebih disarankan menggunakan masker bedah. Jenis masker yang ketiga adalah masker N95.

Masker N95 juga efektif untuk mencegah penularan virus Corona.  Masker N95 tidak hanya mampu menghalau percikan air liur saja, tetapi juga partikel kecil di udara yang mungkin mengandung virus. Masker N95 memberikan proteksi yang lebih baik dari jenis masker yang lain karena dapat menyaring partikel kecil dan besar. Studi oleh Chu dan rekannya melaporkan bahwa masker N95 dapat efektif melindungi hingga 96% dibandingkan dengan masker lain yang hanya 67%.

Terdapat beberapa rekomendasi dari CDC tentang pemilihan masker, yaitu memilih masker dengan ukuran yang pas dan tidak menimbulkan celah besar di sekitar sisi wajah. Jika menggunakan masker kain, pilih masker yang dibuat dengan bahan kain breathable (seperti katun), dan menggunakan masker yang terdiri dari tiga lapis.

Sedangkan beberapa hal yang tidak direkomendasikan adalah masker yang terlalu longgar atau terlalu rapat, masker yang terbuat dari bahan yang membuat sulit bernafas, masker yang hanya satu lapis, dan masker dengan katup atau ventilasi. CDC menyatakan bahwa masker dengan katup atau ventilasi pernapasan tidak mencegah pemakainya untuk menularkan COVID-19 ke orang lain.

Setelah mengetahui jenis-jenis masker, maka diperlukan pemahaman dalam penggunaan masker yang baik dan benar. WHO telah menyampaikan dasar-dasar cara pemakaian masker, diantaranya yaitu diawali dengan cuci tangan sebelum dan sesudah memakai masker, memastikan masker menutupi hidung, mulut, dan dagu.

Selanjutnya, saat melepas masker, simpan masker dalam kantong plastik bersih, dan cuci masker setiap hari jika itu adalah masker kain, atau buang masker medis/bedah di tempat sampah. Berikut adalah panduan menggunakan masker yang benar:

  1. Pastikan telah mencuci tangan dengan benar
  2. Jika menggunakan masker bedah, pastikan sisi luar adalah yang berwarna dan sisi dalam yang berwarna putih
  3. Pasang tali masker dengan baik. Jika tali masker perlu diikat, ikat bagian atas terlebih dahulu, kemudian bagian bawahnya
  4. Pastikan masker menutupi hidung, mulut, dan dagu dengan sempurna. Pastikan pula bagian yang ada logamnya berada di batang hidung
  5. Lekukkan strip logam mengikuti lekukan hidung
  6. Hindari menyentuh bagian tengah masker saat menggunakan dan melepas masker
  7. Buang masker ke tempat sampah dan cuci tangan hingga bersih setelah menggunakan masker

Menggunakan masker merupakan cara efektif untuk mencegah penularan COVID-19. Apa pun jenis maskernya, pemahaman tentang cara pemakaian yang tepat perlu diperhatikan. WHO menyarankan agar tetap menerapkan physical distancing, menggunakan masker, menjaga ruangan berventilasi baik, menghindari keramaian, cuci tangan, dan menerapkan etika batuk.

Penggunaan masker yang tepat, penyimpanan dan pembersihan atau pembuangan masker sangat penting untuk membuatnya seefektif mungkin. COVID-19 menyebar secara cepat melalui percikan droplet baik saat bersin maupun batuk. Tingkat risiko penularan COVID-19 melalui droplet tersebut akan semakin menurun apabila seseorang memakai masker dengan tepat. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry