Khafid, S.Kep.Ns., M.Si – Dosen Keperawatan dan Kebidanan

Salat secara bahasa berarti berdoa, dengan kata lain, salat secara bahasa mempunyai arti mengagungkan.

Menurut Hasbi ash-Shiddieqy salat yaitu beberapa ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir, disudahi dengan salam, yang dengannya kita beribadah kepada Allah, menurut syarat-syarat yang telah ditentukan.

Sedangkan yang dimaksudkan salat dalam tulisan ini adalah salat dengan adanya penghayatan atau bermanfaat atau berimplikasi terhadap orang yang melaksanakannya.

Salat merupakan kewajiban bagi seorang muslim yang harus dikerjakan tanpa kecuali, tetapi sebagian orang mengerjakan salat itu sekedar menggugurkan kewajiban saja tanpa menghayati makna di dalam mengerjakan salat itu sendiri.

Jika seseorang  melaksanakan salat dengan jiwa yang khusuk dan ikhlas tidak hanya bermanfaat untuk kehidupan akhirat saja juga memiliki manfaat untuk kehidupan manusia di dunia terutama terkait kesehatan tubuh bagi yang mengerjakannya.

Salat dan Kesehatan Tubuh

Allah SWT berfirman dalam surat Al Isra ayat 78 yang artinya : “Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).“ (QS. Al Isra ; 78)

Pada ayat tersebut Allah memerintahkan salat lima waktu dan secara khusus menyebut keistimewaan salat fajar atau shalat subuh karena disaksikan dan diamini doanya oleh para malaikat.

Bangun pada dini hari untuk melaksanakan salat dan dilanjutkan shalat berjamaah subuh di masjid, tentu saja otak kita bekerja lebih baik dan mudah untuk mengingat sesuatu, udara di pagi hari yang kaya akan oksigen, sejuk dan bersih tentu menyehatkan dan mengoptimalkan metabolisme tubuh.

Saat berangkat berjamaah ke masjid (dengan berjalan kaki ataupun bersepeda) udara segar yang terhirup akan menyehatkan paru paru dan jantung kita dan bacaan serta gerakan-gerakan di dalam salat yang dilakukan akan mengatur sistem pernapasan dan aliran darah.

Sehingga akan mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler ataupun penyakit yang diakibatkan gangguan metabolisme.

Bangun paling pagi untuk melaksanakan ibadah kepada Allah  adalah merupakan deklarasi kita kepada Allah dan alam semesta bahwa kitalah yang paling siap menerima limpahan rizki dan meraih kesuksesan (Ali Aziz, 2018).

Salat dimulai dari takbir dan diakhiri dengan salam. Ketika seseorang akan salat tentu diawali dengan niat yang ikhlas dan perasaan bahagia akan menghadap sang Penciptanya. Rasa senang dan bahagia yang mereka kondisikan seperti itu, tubuh akan memproduksi hormon yang menguatkan sistem imun.

 Contohnya adalah serotonin, dopamin, relaksin, atau oksitosin. Ketika hormon-hormon ini masuk ke aliran darah dan akan mengirimkan sinyal agar tubuh menciptakan lebih banyak sel imun.

Gerakan rukuk dan sujud misalnya memiliki falsafah bahwa manusia menundukkan diri serendah-rendahnya mengantarkan manusia pada derajat setinggi-tingginya. Gerakan ini pula menyebabkan pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan oksigen.

Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tuma’ninah dan kontinu dapat memicu peningkatan kecerdasan seseorang.

Gerakan yang diulang-ulang dan teratur selama salat meningkatkan kekuatan otot dan daya tendon serta meningkatkan pelumasan sendi dan gerakan mempertahankan fleksibilitas yang diketahui dapat mencegah penyakit jantung koroner, meningkatkan asupan oksigen maksimum, melancarkan aliran darah sertam menurunkan tekanan darah.

Temuan ini melalui penelitian oleh Harvard University yaitu ketika peneliti Dr Herbert Bensen mengungkap bahwa pengulangan konstan dari ayat-ayat Al-quram dan zikir, ditambah dengan aktivitas otot menyebabkan respons relaksasi yang mengarah ke penurunan tekanan darah.

Dari tulisan tersebut di atas disimpulkan bahwa selain sebagai kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Islam, salat dapat memberikan manfaat kesehatan bagi yang melaksanakannya. Semoga dengan semakin banyaknya kajian-kajian seperti ini akan memberikan dorongan positif bagi umat Islam untuk rajin melaksanakan shalat secara khusuk dan sesuai aturan. *

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.