DISKUSI: Anggota DPR RI, Anwar Racman dan sekretaris LBM NU Jatim Ahmad Muntaha saat menyampaikan materi islam nusantara dan wawasan kebangsaan. (Duta/arif)

MOJOKERTO | duta.co -Fitnahan dan tuduhan jika Pancasila buatan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang disebar oknum tidak bertanggungjawab merupakan pembodohan dan bentuk pengingkaran peran kiai.

Hal itu disampaikan Anwar Rachman anggota MPR RI saat menyampaikan materi wawasan kebangsaan dan bedah buku islam nusantara yang diadakan di kantor PCNU Kota Mojokerto, Jumat (11/1).

“Pancasila itu jelas-jelas bikinan kyai. Hasil pemikiran kyai,  mana ada sila-sila yang bertentangan dengan AlQuran dan Hadist,” tegas pria yang juga anggota DPR RI ini.

Lebih lanjut politisi asal PKB ini mengatakan tak hanya pancasila, kemerdekaan bangsa Indonesia juga merupakab peran kyai terutama kyai Nahdlatul Ulama.

“Wawasan kebangsaan perlu ditingkatkan guna membentengi dari gerakan-gerakan radikal baik dari kiri dan kanan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Anwar mengatakan warga NU merupakan benteng utama yang harus mampu menjaga NKRI. Tak hanya itu, warga NU harus melek internet, lantaran saat ini serangan untuk merongrong pancasila gencar lewat media sosial.

“Orang NU masih gaptek (gagap teknologi,red), belum sadar ada serangan lewat medsos. Setelah tahu, baru sadar pentingnya dakwa lewat medsos. Beruntung sekarang generasi muda NU sudah canggih,” akunya.

Sementara itu Ahmad Muntaha sekertaris LBM NU Jatim mengatakan munculnya pemikiran Islam nusantara langsung dijadikan sasaran oleh ormas yang tidak sependapat dengan NU.

“Islam nusantara merupakan islam aswaja yang dikembangkan ulama untuk menantang gerakan yang bertentangan dengan aswaja,” katanya.

Saat ini lanjutnya islam nusantara merupakan bentuka gerakan yang tepat untuk mengenalkan islam ke bangsa Indonesia yang multi etnis ini.

“Dulu para wali berdakwa mampu diterima dengan baik, maka dengan itu contoh yang diberikan para wali yang kita terapkan,” tegasnya.

Ia tambahnya meminta agar warga NU terus mengemakan islam nusantara.”Pemikiran islam nusantara ini muncul dalam muktamar di Jombang, setelah itu kyai-kyai NU merumuskan melalui Bahtsul Masail,” pungkasnya. (ari)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.