JOMBANG | duta.co – Petugas gabungan Polres Jombang, Kodim 0814, Satpol PP dan Dinas Perhubungan, menggelar razia. Kali ini, razia yang berlangsung di pintu masuk kota, Jalan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, selain razia yustisi atau penegakan protokol kesehatan, razia ini juga untuk mempersempit ruang gerak terorisme.

Pasalnya, paska peledakan bom bunuh diri di gereja katedral Makassar beberapa waktu lalu dan penangkapan terduga terorisme di Kabupaten Nganjuk, akhirnya petugas menggelar razia sebagai bentuk antisipasi. Nampak, dalam razia itu, beberapa pengendara motor yang mencurigakan langsung dihentikan oleh petugas. Selain itu, pengendara yang tidak memakai masker pun langsung tindak tegas.

AKP Mochamad Mukid, Kasatresnarkoba Polres Jombang, sekaligus pimpinan operasi mengungkapkan, razia kali ini melibatkan personel dari Polri, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Dinas Perhubungan. Dengan sasaran, selain razia yustisi penegakan protokol kesehatan, juga antisipasi masuknya terorisme di Kabupaten Jombang.

“Razia ini tidak hanya tentang penegakkan protokol kesehatan saja, namun juga upaya mengantisipasi jaringan teroris masuk ke kota santri (Sebutan Kabupaten Jombang, red),” ungkap AKP M. Mukid, Rabu (31/3/2021).

Dijelaskan, Tim Densus 88 Antiteror berhasil menangkap terduga teroris dengan inisial LAM (25), warga Dusun Kentingan, Desa Puhkerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, pada Selasa (30/3/2021). Untuk mempersempit ruang gerak mereka, maka digelar razia. Sebagai bentuk antisipasi dan pencegahan dini.

“Razia ini sebagai upaya antisipasi teroris. Terlebih, Kabupaten Jombang menjadi perlintasan yang potensial masuknya teroris. Kita cegah sedini mungkin agar itu tidak terjadi,” jelasnya.

Polres Jombang bersama instansi terkait mengintensifkan pengamanan dan razia. Hal itu bertujuan untuk menciptakan kondusifitas, keamanan dan ketertiban masyarakat Jombang, khususnya.

“Razia ini sekaligus menjelang peringatan Paskah dan menghadapi datangnya bulan suci Ramadhan 1442 H. Supaya aman dari segala bentuk gangguan Kamtibmas,” imbuhnya.

Disinggung soal kondisi keamanan di wilayah hukum Polres Jombang, AKP M. Mukid memaparkan, bahwa sejauh ini situasi masih cukup aman dan kondusif. Akan tetapi, pihaknya akan tetap siaga agar tidak lengah terhadap segala macam aktivitas yang berpotensi terjadinya gangguan.

“Tadi ada beberapa pengendara yang kita periksa barang bawaanya, dan tidak ditemukan benda yang mencurigakan, seperti sajam, narkoba, bom, maupun barang terlarang lainnya. Dan sejauh ini Jombang masih dalam kondisi aman terkendali,” paparnya.

Selain itu, dalam razia yustisi penegakan protokol kesehatan, petugas berhasi mengamankan 157 orang pelanggar. Akan tetapi, meraka ditindak tegas petugas dengan menyita Kartu Tanda Penduduk dan ada juga dengan sanksi sosial, seperti menyayikan lagu Kebangsaan, membaca Pancasila, dan push up.

“Rinciannya, kita sita KTP 5 orang, sanksi teguran138 orang, dan 14 orang mendapat sanksi sosial,” tandas Perwira Polisi yang banyak ciptakan lagu dan dikagumi banyak kaum hawa. (dit)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry