MALANG | duta.co– Penggunaan doping dikalangan tlet masih menjadi perhatian khusus pemerintah menjelang SEA Games Agustus bulan ini dan Asian Games tahun 2018 mendatang. “Yang pasti penggunaan doping di dunia olah raga tetap menjadi prioritas utama apalagi jelang SEA Games dan Asian games di Jakarta,” ungkap Menteri Pemuda dan Olah Raga, “ kata Imam Nahrawi pada wartawan usai membuka jalan sehat penutupan dies natalis di Universitas Islam Malang ( Unisma) Minggu,(13/8).

Untuk itulah pihaknya kini tengah merancang aturan dan antisipasi bagi pimpinan cabang olah raga agar terhindar dari kasus doping. “Kita ingin semua kriteria penggunaan doping terinci dengan baik, karena bisa jadi satu atlet satu dengan yang lain berbeda, ” ungkap

Ditambahkan Nahrawi karena beda nutrisi dengan vitamin yang berbeda jadi kendala. ” Kasus PON dimana antara atlet angkat besi dan binaraga dapat menjadi acuan agar penggunaan nutrisi dan vitamin yang mengandung doping dapat menjadi dasar. Jangan sampai kejadian sama terulang kembali di SEA Games,”jelasnya.

Kementerian meminta pelatih semua cabang olah raga melaporkan transparan terkait atlet yang ditanganinya dalam menggunakan obat-obatan tertentu baik itu nutrisi dan vitamin yang dipakai.

“Hal ini dikandung maksud untuk mengantisipasi penggunaan dopping didunia oleh raga termasuk kesehatan bagi atlit yang akan bertanding diajang asean games mendatang,” tambahnya.

Terkait peluang atlet cabang olah raga di kalangan mahasiswa, Menpora menyambut baik munculnya atlet muda berbakat  tampil di dunia olah raga baik nasional maupun internasional.

“Kita berharap munculnya atlet muda berbakat utamanya dari pekan olah raga mahasiswa yang bisa menjadi pijakan. Tugas KONI selaku induk olah raga untuk mengakomidir munculnya bibit-bibit olahragawan ini,”tandasnya.

Sementara itu, Rektor Unisma, Prof.Masykuri Bakri mengajak Menpora Imam Nahrawi berkeliling melihat sejumlah bangunan termasuk gedung bundar milik Unisma yang tengah dalam pengerjaan.

“Kita berharap Desember nanti, pembangunan gedung bundar ini dapat rampung termasuk dengan fasilitas penunjang didalamnya.” ujarnya pada wartawan.

Dan gedung bundar inilah akan menjadi gedung kebanggaan Unisma dan akan diresmikan oleh Presiden Jokowidodo, Maret 2018 mendatang yang akan diawali dengan kegiatan konfrensi internasional yang akan dihadiri 23 negara asing dan para pimpinan universitas NU se Indonesia.

” Kita berharap agar melalui kunjungan Menpora, akan menjadi pemicu semangat yang tengah digalakkan oleh Unisma yang tengah mempersiapkan menuju universitas Internasional, ” tandasnya.(ais)

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan